Breaking News:

Bayi Sering Digendong, Apakkah "Bau Tangan"?

Pernahkah Anda mendengar istilah bayi ‘bau tangan’? Istilah ini digunakan untuk menyebut bayi yang selalu ingin berada dalam gendongan ibunya.

Bayi Sering Digendong, Apakkah
Isfiansyah
Petugas Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar saat merawat bayi, yang diduga dibuang orangtuanya, Sabtu (6/7/2013).

Bayi Sering Digendong, Apakkah "Bau Tangan"?

Pernahkah Anda mendengar istilah bayi ‘bau tangan’? Istilah ini digunakan untuk menyebut bayi yang selalu ingin berada dalam gendongan ibunya.

Sebagian masyarakat percaya bahwa penyebabnya adalah karena ibu terlalu sering menggendong anaknya. Padahal, menggendong bayi telah terbukti dapat menjalin kedekatan antara ibu dan anak.

Kegiatan ini juga efektif untuk membangun ikatan emosional sejak dini. Lantas, benarkah ibu tidak boleh terlalu sering menggendong anaknya sejak bayi? Apakah menggendong bayi akan membuatnya ‘bau tangan’?

Menggendong adalah respons pertama yang dilakukan seorang ibu saat anaknya rewel atau menangis.

Ini merupakan naluri alamiah yang memberikan manfaat bagi kesehatan fisik sekaligus emosional ibu dan anak.

Sentuhan dengan ibu memberikan sensasi yang sama ketika bayi berada dalam rahim.

Baca: Jadwal Copa Amerika Malam Ini, Big Match Argentina VS Kolombia, Scaloni Percaya Messi

Baca: Dituding Nikahi Janda Kaya Raya Hanya Incar Harta, Ternyata Ajun Perwira Bukan Orang Sembarangan

Baca: Tak Ingin Patah Hati, 6 Zodiak Ini Sangat Mudah Melepaskan Sebuah Ikatan Cinta

Saat menggendong si kecil, ia dapat merasakan kehangatan, sentuhan, gerakan yang lembut, detak jantung, serta suara ibu dan ayahnya yang membuatnya tenang.

Namun, tidak semua bayi akan menunjukkan reaksi yang sama begitu sang ibu menggendongnya. Beberapa bayi bahkan tetap menangis walaupun sering digendong dalam waktu lama. Inilah salah satu penyebab munculnya anggapan bayi ‘bau tangan’.

Kebiasaan Anda menggendong si kecil saat rewel atau menangis ditengarai memunculkan karakter manja yang bertahan hingga anak bertumbuh besar.

Halaman
12
Editor: Madrosid
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved