Tak Sangka 5 Makanan Ini Bikin Gendut, Diet Bisa Gagal!

Tak Sangka 5 Makanan Ini Bisa Bikin Gendut. Berikut adalah makanan yang tak disangka bisa membuat gendut....

Tak Sangka 5 Makanan Ini Bikin Gendut, Diet Bisa Gagal!
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Tak Sangka 5 Makanan Ini Bikin Gendut, Diet Bisa Gagal! 

Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi, seperti daging merah dan produk-produk berbahan susu berlemak, dapat menyebabkan kolesterol tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Diet tinggi protein berisiko menjadikan urine mengandung kalsium.

Sebagian ahli pun percaya, kondisi ini dapat menyebabkan osteoporosis dan batu ginjal.

Walau demikian, para ahli masih meneliti tentang kedua efek tersebut pada tubuh.

Dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan diet ini.

Dokter juga dapat membantu membuat rencana diet yang tetap mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh.

Terutama bagi penderita penyakit ginjal, diet tinggi protein sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu fungsi ginjal.

Diet Shake

Sebagai alternatif, cobalah susu diet (diet shake) yang rendah kalori sebagian bagian dari skema diet Anda.

Sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2010 menunjukkan bahwa diet shake  yang mengandung nutrisi makro esensial bagi tubuh berhasil menurunkan berat badan pada 93 persen partisipan yang mengalami obesitas.

Tidak hanya itu, diet shake juga dapat mengubah komposisi tubuh termasuk perbaikan pada komponen radang dan stres oksidatif yang merupakan faktor kunci pemicu penyakit kronik.

Diet shake juga dapat diandalkan ketika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk berbelanja dan menyiapkan makanan sehat.

Seorang ahli menyatakan bahwa diet shake dapat menjadi alternatif pilihan ketika Anda kerap kali melewatkan waktu sarapan yang penting untuk mengontrol berat badan dalam waktu jangka panjang.

Lalu Seperti Apa Diet Sehat yang Dianjurkan?

Hasil cepat dalam menurunkan berat badan seperti yang ditawarkan oleh beberapa jenis diet cenderung tidak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Bahkan, jika tidak diimbangi dengan gaya hidup yang sehat dan dijalani secara konstan, penurunan berat badan ini hanya akan bersifat sementara.

Karena itulah, dianjurkan untuk menurunkan berat badan secara bertahap.

Penurunan berat badan sekitar 0,5 kg hingga 1 kg seminggu dinilai sebagai tingkatan yang aman.

Pasalnya, penurunan berat badan secara bertahap juga akan membuat Anda menjadi lebih mudah untuk mengontrolnya.

Mulailah dengan mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan sebagai menu pengganti makanan berkalori.

Kelompok makanan ini dapat menekan rasa lapar berkat kandungan serat di dalamnya.

Ada kalanya Anda tidak memiliki waktu cukup untuk menyiapkan makanan sehat.

Dalam saat seperti ini, Anda bisa memilih menu pengganti makanan sehat.

Pilih yang memiliki gizi seimbang yang diperlukan, mampu menghilangkan lapar dan tidak mengganggu usaha diet Anda.

Jangan lupa, periksa juga apakah menu pengganti makanan sehat yang Anda pilih telah lulus uji insitutsi resmi dalam hal keamanan.

Meski begitu, mengurangi asupan kalori saja belum cukup.

Anda juga harus membiasakan diri untuk lebih banyak bergerak agar penurunan berat badan dapat menjadi lebih maksimal.

Misalnya, daripada menggunakan lift, lebih sehat untuk berjalan kaki melalui tangga.

Jangan lupa untuk menyandingkan diet Anda dengan berolahraga secara rutin, setidaknya 30 menit tiap hari. (*)

 
 
 
 
Penulis: Mirna Tribun
Editor: Mirna Tribun
Sumber: Tribun Pontianak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved