Massa Bawa 'Kuburan' ke Polres Mempawah, Kecewa Dihadang Polisi di Terminal
Sesampainya di kawasan Terminal Mempawah yang hanya beberapa meter lagi untuk memasuki Mapolres Mempawah,
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
Saat negosiasi berlangsung, sempat terjadi ketegangan antara massa dan pihak kepolisian yang berjaga, lantaran massa mencoba memaksa masuk ke Polres Mempawah namun dihadang oleh Polisi.
Ketegangan tersebut terjadi dikarenakan beberapa peserta aksi tidak terima karena didorong-dorong oleh Polisi, namun suasana segera mencari saat negosiator dari Polres Mempawah membuka suara.
"Itu hal yang wajar apabila peserta aksi tidak terima didorong oleh pihak aparat, karena masa aksi masih sesuai dengan prosedur, dengan dalih peserta aksi melewati batas pihak polisi mendorong peserta aksi, dan masa aksi mempertanyakan batas yang tidak jelas tersebut," papar Kolap Aksi, Muhammad Ali.
Bertindak sebagai negosiator dari Polres Mempawah, Ipda Ali Mahmudi saat itu menyampaikan kepada para peserta aksi bahwa mereka tidak menahan para peserta untuk berorasi di Mapolres Mempawah.
"Tolong jangan buat provokasi, kita tidak ada menahan atau tidak memperbolehkan untuk masuk kedalam, lokasi kita dan terminal ini berdekatan, jadi tidak ada salahnya kalau dilakukan orasi disini," ucapnya kepada para peserta aksi.
Negosiator Polres Mempawah mempersilahkan massa aksi untuk berorasi di Terminal Mempawah, tapi tidak boleh masuk ke halaman Mapolres Mempawah karena sedang ada pelayanan dan kegiatan lain.
"Pertama, didalam sedang ada tamu, dan sedang ada pelayanan, kami tadi sudah sampaikan kepada korlap, aksi bisa dilakukan di Terminal Mempawah, mau melakukan apa saja kita tidak melarang," ujarnya.
Dalam negosiasi itu, Ipda Ali sebagai negosiator berupaya menenangkan massa dengan menyampaikan bahwa pihaknya akan menerima aspirasi dengan mengijinkan perwakilan masuk ke dalam.
"Kami akan menerima perwakilan dari peserta, yang awalnya kami rencanakan di aula, namun sekarang aula sedang dipakai untuk rapat, silahkan tunjuk perwakilannya lima orang, kalau mau masuk silahkan masuk, kalau mau orasi cukup disini saja," ujarnya dihadapan para peserta aksi.
Setelah negosiasi yang alot, akhinya didapatlah kesepakatan sepuluh orang perwakilan dari massa masuk kedalam. Mereka disambut oleh Wakapolres Mempawah, Kompol Jovan Reagan Sumual.
"Dalam audiensi itu, kami menyampaikan 6 tuntutan yang disanggupi oleh Kapolres dan Wakapolres untuk ditindaklanjuti dan disampaikan ke Polda Kalbar," ujar perwakilan dari SBI Mempawah, Fathur, kepada Tribun.
Perwakilan massa aksi mendesak Kapolres Mempawah untuk menemui mereka dan massa di lapangan, akhirnya Kapolres, AKBP Didik Dwi Santoso bersedia namun tidak berkenan menemui massa sebab ada agenda sertijab yang harus di selesaikan.
Mewakili Kapolres, Kompol Jovan sebagai Wakapolres keluar menemui massa di Terminal Mempawah dan meyampaikan komitmen bahwa aspirasi yang disampaikan massa akan ditindak lanjuti dan disampaikan ke Polda Kalbar.
"Aspirasi rekan-rekan sudah saya map kan, dan sudah ditandatangani oleh perwakilan rekan-rekan dari lima ormas, hal ini nanti akan kami teruskan ke Polda Kalbar dan Mabes Polri, tadi sudah disampaikan bapak Kapolres Demikian," ujar Kompol Jovan dihadapan massa aksi.
Muhaimin menambahkan, bahwa mereka akan terus mengawal janji dari Kapolres Mempawah yang akan menyampaikan tuntutan mereka ke Polda Kalbar dan Mabes Polri.
"Pada prinsipnya kami harus bersikap positif meskipun kami harus mengawal apakah tuntunkan nanti sampai ke Polda atau tidak, tapi jika tuntutan kami tidak di indahkan kami tetap mengambil langkah selanjutnya," pungkasnya.