Massa Bawa 'Kuburan' ke Polres Mempawah, Kecewa Dihadang Polisi di Terminal

Sesampainya di kawasan Terminal Mempawah yang hanya beberapa meter lagi untuk memasuki Mapolres Mempawah,

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY
Massa aksi yang hendak berorasi ke Polres Mempawah sembari membawa 'kuburan' tertahan di kawasan Terminal Mempawah, Senin (27/5/2019). 

Massa Bawa 'Kuburan' ke Polres Mempawah, Kecewa Dihadang Polisi di Terminal

MEMPAWAH - Sekelompok massa gabungan dari organisasi HMI, SBI, POM, SPM, Karang Taruna Penibung dan Bara CI yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Mempawah tertahan di kawasan Terminal Mempawah ketika hendak menyampaikan aspirasi ke Polres Mempawah, Senin (27/5/2019) siang.

Mereka dihadang oleh sejumlah anggota kepolisian dari Polres Mempawah yang melarang mereka untuk berorasi di halaman Polres. Saat berorasi mereka membawa properti berupa 'kuburan' sebagai simbol protes dalam aksi mereka.

Muhaimin, perwakilan dari SBI Mempawah mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan oleh pihak Kepolisian yang menghadang mereka untuk masuk ke halaman Polres Mempawah.

"Sebenarnya kami sangat kecewa terkait tidak di ijinkan massa aksi masuk di halaman Polres karena bagi kami aspirasi yang kami bawa sasarannya adalah pihak yang berwajib, tapi setelah hasil negosiasi kami dengan Kapolres dan Wakapolres, semua tuntutan kami di respon baik oleh pimpinan," tuturnya.

Baca: Aston Villa Comeback ke Liga Primer Inggris, Kubur Asa Tim Asuhan Frank Lampard Cicipi Kasta Teratas

Baca: Amankan Arus Mudik, Aparat Siaga

Ia menjelaskan bahwa kuburan yang mereka bawa merupakan simbol belasungkawa atas tragedi aksi 21 dan 22 Mei 2019 yang telah memakan korban jiwa sekaligus bepesan kepada aparat cukupkan tindakan represif aparat jangan sampai terulang kembali.

"Kuburan itu simbol bawa akibat tindakan refresif oknum aparat Polisi pada waktu mengamankan masa aksi memakan korban, bahkan meninggal dunia, baik aksi di Jakarta dan di Pontianak, sekaligus kami berdoa untuk semua korban yang gugur baik dari masa aksi maupun aparat dan berdoa juga untuk Indonesia," tuturnya.

Saat itu, sejumlah anggota kepolisian dari jajaran Polres Mempawah siap siaga guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan saat penyampaian aspirasi tersebut.

Aksi tersebut awalnya merupakan aksi damai dan solidaritas dengan mengusung tajuk "Duka Demokrasi", sebab pasca penetapan KPU RI beberapa waktu lalu, terjadi kerusuhan di Jakarta dan Pontianak.

Namun mereka yang hendak menyampaikan aspirasi ke halaman Mapolres Mempawah kecewa berat, sebab dihari pelaksanaan aksi tersebut mereka tiba-tiba tidak di ijinkan untuk berorasi di lokasi yang mereka kehendaki.

Baca: Balapan di F2 GP Monaco 2019, Sean Galael Gagal Ulang Sukses Musim Lalu

Aksi yang dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB tersebut di titik kumpulkan di Masjid Alfalah Mempawah yang mana massa kemudian bergerak menuju Polres Mempawah dengan memutar menggunakan kendaraan bermotor di Pasar Mempawah melewati Terminal Mempawah.

Sesampainya di kawasan Terminal Mempawah yang hanya beberapa meter lagi untuk memasuki Mapolres Mempawah, mereka dihadang oleh pihak kepolisian yang sudah berjaga sejak awal.

Penghadangan itu tidak menyurutkan niat para peserta aksi, mereka terus menggemakan aspirasi mereka dan diajak bernegosiasi oleh pihak kepolisian.

Korlap Aksi, Muhammad Ali mengungkapkan, kesepakatan dari pihak mereka bahwa orasi akan dilakukan di halaman Polres.

"Tapi tadi pagi pihak kepolisian menginformasikan sama kita kalau halaman di pakai untuk kegiatan yang jauh-jauh hari sudah disiapkan," imbuhnya.

Saat negosiasi berlangsung, sempat terjadi ketegangan antara massa dan pihak kepolisian yang berjaga, lantaran massa mencoba memaksa masuk ke Polres Mempawah namun dihadang oleh Polisi.

Ketegangan tersebut terjadi dikarenakan beberapa peserta aksi tidak terima karena didorong-dorong oleh Polisi, namun suasana segera mencari saat negosiator dari Polres Mempawah membuka suara.

"Itu hal yang wajar apabila peserta aksi tidak terima didorong oleh pihak aparat, karena masa aksi masih sesuai dengan prosedur, dengan dalih peserta aksi melewati batas pihak polisi mendorong peserta aksi, dan masa aksi mempertanyakan batas yang tidak jelas tersebut," papar Kolap Aksi, Muhammad Ali.

Bertindak sebagai negosiator dari Polres Mempawah, Ipda Ali Mahmudi saat itu menyampaikan kepada para peserta aksi bahwa mereka tidak menahan para peserta untuk berorasi di Mapolres Mempawah.

"Tolong jangan buat provokasi, kita tidak ada menahan atau tidak memperbolehkan untuk masuk kedalam, lokasi kita dan terminal ini berdekatan, jadi tidak ada salahnya kalau dilakukan orasi disini," ucapnya kepada para peserta aksi.

Negosiator Polres Mempawah mempersilahkan massa aksi untuk berorasi di Terminal Mempawah, tapi tidak boleh masuk ke halaman Mapolres Mempawah karena sedang ada pelayanan dan kegiatan lain.

"Pertama, didalam sedang ada tamu, dan sedang ada pelayanan, kami tadi sudah sampaikan kepada korlap, aksi bisa dilakukan di Terminal Mempawah, mau melakukan apa saja kita tidak melarang," ujarnya.

Dalam negosiasi itu, Ipda Ali sebagai negosiator berupaya menenangkan massa dengan menyampaikan bahwa pihaknya akan menerima aspirasi dengan mengijinkan perwakilan masuk ke dalam.

"Kami akan menerima perwakilan dari peserta, yang awalnya kami rencanakan di aula, namun sekarang aula sedang dipakai untuk rapat, silahkan tunjuk perwakilannya lima orang, kalau mau masuk silahkan masuk, kalau mau orasi cukup disini saja," ujarnya dihadapan para peserta aksi.

Setelah negosiasi yang alot, akhinya didapatlah kesepakatan sepuluh orang perwakilan dari massa masuk kedalam. Mereka disambut oleh Wakapolres Mempawah, Kompol Jovan Reagan Sumual.

"Dalam audiensi itu, kami menyampaikan 6 tuntutan yang disanggupi oleh Kapolres dan Wakapolres untuk ditindaklanjuti dan disampaikan ke Polda Kalbar," ujar perwakilan dari SBI Mempawah, Fathur, kepada Tribun.

Perwakilan massa aksi mendesak Kapolres Mempawah untuk menemui mereka dan massa di lapangan, akhirnya Kapolres, AKBP Didik Dwi Santoso bersedia namun tidak berkenan menemui massa sebab ada agenda sertijab yang harus di selesaikan.

Mewakili Kapolres, Kompol Jovan sebagai Wakapolres keluar menemui massa di Terminal Mempawah dan meyampaikan komitmen bahwa aspirasi yang disampaikan massa akan ditindak lanjuti dan disampaikan ke Polda Kalbar.

"Aspirasi rekan-rekan sudah saya map kan, dan sudah ditandatangani oleh perwakilan rekan-rekan dari lima ormas, hal ini nanti akan kami teruskan ke Polda Kalbar dan Mabes Polri, tadi sudah disampaikan bapak Kapolres Demikian," ujar Kompol Jovan dihadapan massa aksi.

Muhaimin menambahkan, bahwa mereka akan terus mengawal janji dari Kapolres Mempawah yang akan menyampaikan tuntutan mereka ke Polda Kalbar dan Mabes Polri.

"Pada prinsipnya kami harus bersikap positif meskipun kami harus mengawal apakah tuntunkan nanti sampai ke Polda atau tidak, tapi jika tuntutan kami tidak di indahkan kami tetap mengambil langkah selanjutnya," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved