Tanggapi Pria Loncat dari Lantai Dua Megamal, Ini Komentar Psikiater RSJ Singkawang

"Jadi kalau dia mendengar suara-suara namanya halusinasi atau gangguan persepsi

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
Youtube Tribun Pontianak
Proses evakuasi pengunjung Ayani Mega Mall Pontianak yang terjun bebas dari parkiran, Sabtu (25/5/2019) malam. Demi Jodoh Pria Ini Nekat Terjun Dari Ayani Mega Mall Pontianak Kalimantan Barat 

Ia mengatakan pengobatan yang tepat adalah dengan terapi yaitu dengan terapi obat-obatan anti psikotik dalam jangka panjang dan dukungan keluarga bahwa pasien tidak di sisihkan bahkan di buang karena terkadang keluarganya malu dan menggangapnya berbahaya dan mengancam.

"Sebetulnya kalau dia minum obat dia akan sembuh dan bisa bekerja seperti semula. Jadi terapi obat dan tidak diasingkan lebih tepat untuk penyembuhannya," ujarnya.

Ia tidak bisa memastikan apakah korban yang loncat dari lantai dmlat Ayani Mega Mall itu termasuk depresi berat atau gangguan jiwa karena ia tak melihat hasilnya.

Baca: Polisi Tangkap Tiga Tersangka Kasus Narkoba, Satu Sipir Lapas Singkawang

"Saya tidak melihat hasilnya kemungkinan ada dua penyakit yaitu depresi berat atau gangguan jiwa berat," ucapnya.

Namun penyakit itu bisa diobati , mungkin setelah diobati luka-lakunya akibat terjun dari lantai emlat tadi malam bisa langsung dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ) untuk di obati.

Kemudian jika sudah pulang harus diobati dan keluarga harus kontrol teratur dirumah sakit atau di puskesmas.

"Jadi semakin cepat penangannya akan semakin baik tapi kalau semakin lama akan semakin sulit diobati. Semakin cepat diobati semakin cepat ketauan penyakitnya semakin mudah penyembuhannya. Jadi keluarganya gak perlu malu tapi diobati secepat mungkin," tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved