Lima Alasan Teknologi Huawei Ditakuti Amerika Serikat

Diperkirakan, Huawei menguasai sekitar 40 sampai 60 persen jaringan di seluruh dunia.

Editor: Arief
NET
Ilustrasi Huawei (Istimewa) 

Kekhawatiran pemerintah mengakses data perusahaan, antara lain didasarkan pada praktik yang berlaku di AS sendiri. Mantan kontraktor Badan Keamanan AS, NSA, Edward Snowden, mengungkapkan bahwa badan-badan intelijen AS meretas data milik perusahaan teknologi termasuk Google dan Yahoo.

2. Skandal robot jari

Kasus ini terkait dengan pegawai Huawei yang dituduh mencuri robot jari, robot yang bertugas mengetukkan jari ke layar telepon genggam saat ia meninggalkan laboratorium desain perusahaan telekomunikasi T-Mobile.

Pegawai ini mengklaim bahwa robot itu "tak sengaja jatuh ke dalam tasnya". T-Mobile ketika itu memang punya kerja sama dengan Huawei.

Perusahaan Jerman tersebut tidak menerima alasan itu dan membawa kasusnya ke pengadilan.

Meng Wanzhou.
Bloomberg
Meng Wanzhou.

Komunikasi email mengisyarakatkan pegawai itu "tak bertindak sendiri dan besar kemungkinan diperintah oleh eksekutif senior di Tiongkok". Ini menjadi salah satu alasan penangkapan direktur keuangan Huawei, Meng Wanzhou, di Kanada atas permintaan AS tahun lalu.

3. Kerja sama 'terselubung dengan Iran'

Meng menolak tuduhan dan berupaya agar permintaan ekstradisi oleh AS dibatalkan. Tuduhan lain yang dijatuhkan kepadanya adalah Huawei "punya kerja sama dengan Iran". Diduga ia menjadi bagian dari upaya Iran menghindari sanksi AS, melalui perusahaan bernama Skycom.

Ia didakwa berbohong kepada bank-bank dan pemerintah AS tentang kerja sama dengan Iran. Meng, anak perempuan pendiri Huawei, menolak tuduhan ini. Ia bisa dihukum penjara maksimal 30 tahun jika diekstradisi dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan di AS.

4. Kasus layar telepon antipecah

Kasus lain yang membuat AS khawatir terkait dengan "layar antipecah". Menurut Bloomberg, Huawei diselidiki oleh FBI karena diduga melanggar regulasi perdagangan senjata internasional.

Kasus ini berawal ketika perusahaan Akhan Semiconductor melakukan pembicaraan dengan Huawei untuk memasok layar super kuat, yang dibuat dengan menempelkan lapisan permata artifisial pada layar.

 Ilustrasi layar telepon antipecah.

ExtremeTech
Ilustrasi layar telepon antipecah.

Sampel layar ini dikembalikan Huawei beberapa bulan berikutnya dalam keadaan rusak parah.

FBI menduga Huawei membawa sampel ini ke luar Amerika, praktik yang dilarang oleh regulasi internasional karena sampel ini berpotensi dimanfaatkan untuk pengujian senjata laser. Huawei, lagi-lagi, menolak tudingan FBI.

Meski didera beberapa kasus, ditambah dengan langkah Google, Huawei diperkirakan akan tetap menjadi pemain global yang penting.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved