Pertamina Kalbar Gencar Sidak Pangkalan, Pastikan Pasokan Elpiji Aman
pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan mengimbau kepada Horeka (Sektor Usaha Hotel dan Restoran dan Kafe) agar pakai elpiji non subsidi
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - PT Pertamina (Persero) Wilayah Kalbar secara rutin melakukan pemantauan stok dan distribusi di tingkat pangkalan-pangkalan elpiji subsidi sehingga penyalurannya memang tepat sasaran, yakni kepada masyarakat tidak mampu.
"Inisiatif kami meninjau langsung secara rutin distribusi dan stok elpiji tiga kilogram ini, untuk mengetahui kendala sebenarnya di masyarakat dalam mendapatkan elpiji subsidi tersebut, serta memastikan harga jualnya di tingkat pangkalan sesuai HET (harga eceran tertinggi) sesuai edaran Gubernur Kalbar sebesar Rp16.500 /tabung," kata Branch Marketing Pertamina Kalbar dan Kalteng, Muhammad Ivan Syuhada, Jumat (24/5/2019).
Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi dan mengimbau kepada Horeka (Sektor Usaha Hotel dan Restoran dan Kafe) agar menggunakan elpiji nonsubsidi mulai dari Bright Gas 5,5 kilogram, kemudian tabung 12 kilogram dan lainnya.
"Sehingga elpiji tiga kilogram memang dibeli sesuai dengan peruntukannya, yakni digunakan oleh masyarakat miskin atau tidak mampu yang ada di Kalbar," katanya.
Baca: Wali Kota Pontianak Sampaikan Dukacita untuk Ryan, Korban Tewas Rusuh Simpang Tanjung Raya
Baca: Skor PSM Makassar Vs Badak Lampung di Liga 1 2019, Juku Eja Pesta Gol Ke Gawang Badak Lampung
Memang, menurut dia hingga saat ini belum sempurna, sehingga pihaknya terus melakukan pemerataan pangkalan-pangkalan elpiji subsidi, yang kini terus berproses, serta kalau ada masalah-masalah dengan cepat bisa ditanggulangi.
"Kami sudah menerapkan pelayanan proaktif, yakni dengan turun langsung ke lapangan, bahkan sepanjang bulan Ramadhan ini dalam seminggu bisa dua hingga tiga kali turun ke lapangan guna melihat langsung distribusi elpiji subsidi mulai dari pangkalan," katanya.
Selain itu, menurut dia pihaknya juga menggandeng Hiswana Migas dan Satpol-PP kabupaten/kota dalam melakukan sidak atau memantau langsung distribusi elpiji subsidi agar tepat sasaran.
"Bahkan dalam waktu dekat ini kami akan memberikan diskon khusus bagi ASN (aparatur sipil negara) yang menggunakan elpiji nonsubsidi, yang didukung oleh Wali Kota Pontianak dan Gubernur Kalbar," katanya.
Dia menambahkan, masih banyak faktor juga kalau Horeka yang masih menggunakan elpiji tiga kilogram, salah satunya kemudahan dalam mendapatkannya, ukurannya tidak terlalu besar, dan ada juga memang untuk kepentingan bisnis.
"Sehingga kami dan pemerintah daerah setempat dalam hal itu terus melakukan edukasi dan mengambil tindakan nyata, salah satunya menukarkan dua tabung tiga kilogram kepada satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram (nonsubsidi)," katanya.
Ivan menyatakan, seberapa besarpun pihaknya menambah stok dan distribusi kalau di lapangan tetap tidak tepat sasaran, dan kalau di lapangan tidak diingatkan maka akan sia-sia semuanya.
"Makanya yang harus dilakukan adalah benar-benar membatasi pembelian elpiji tiga kilogram oleh pihak pengecer yang akan mereka jual kembali pada masyarakat yang sebenarnya tidak berhak," ungkapnya.
Menurut dia, pihaknya sudah menegaskan dalam surat edaran, bahwa maksimal para pangkalan menjual elpiji tabung tiga kilogram kepada pengecer itu, maksimal 10 hingga 15 persen saja, menjual elpiji subsidi tersebut, 85 persennya kepada masyarakat langsung yang berhak.
"Sehingga kami sudah mewajibkan pembelian elpiji subsidi dengan menunjukkan KTP agar memang yang membeli benar-benar masyarakat yang berhak dan tidak berulang," katanya.