Pertamina Kalbar Gencar Sidak Pangkalan, Pastikan Pasokan Elpiji Aman
pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan mengimbau kepada Horeka (Sektor Usaha Hotel dan Restoran dan Kafe) agar pakai elpiji non subsidi
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Didit Widodo
Menurut dia, atas tindakan tersebut, respon pemerintah kabupaten/kota sangat bagus, salah satunya mengeluarkan surat edaran bahwa ASN wajib menggunakan elpiji nonsubsidi, kemudian mendukung dengan menurunkan Satpol-PP ketika melakukan sidak di tingkat Horeka.
"Untuk harga di tingkat pangkalan elpiji juga harus menjual sesuai HET, apabila menjual di atas tersebut, maka agen elpiji yang memberikan sanksi, dan hal itu sudah banyak pihak pangkalan yang diberikan sanksi, mulai dari teguran pertama, kedua hingga PHU (pemutusan hubungan usaha)," katanya.
Sementara sanksi bagi Horeka menjadi kewenangan pemerintah daerah setempat, bisa berupa tidak memperpanjang izin usaha dan lainnya.
"Untuk antisipasi peningkatan permintaan menjelang, sepanjang bulan Ramadhan dan Lebaran, kami sudah menambah stok secara bertahap sebanyak 136 ribuan tabung dari kebutuhan normal," ujarnya.
Menurut dia, penambahan stok dan pasokan dengan ditambahnya sebanyak 136 ribuan tabung itu sudah berlebih. "Sehingga fokus kami saat ini adalah turun langsung guna memastikan bahwa yang menggunakan elpiji subsidi tersebut memang masyarakat yang berhak," katanya.
Pertamina Wilayah Kalbar, hari ini melakukan pemantauan langsung distribusi elpiji subsidi di tiga pangkalan di wilayah Kota Pontianak, diantaranya di pangkalan elpiji tiga kilogram Liliyati di kawasan Pasar Flamboyan, dan pangkalan elpiji tiga kilogram Grotius Onasys Khallington kawasan Pasar Mawar, yang hasilnya mereka menjual elpiji subsidi sesuai HET,” katanya.