Live Streaming Aiman di KompasTV: Kivlan Zen Jawab Setan Gundul Andi Arief & Bisnis Pengerahan Massa
Live Streaming Aiman di KompasTV: Kivlan Zen Jawab Setan Gundul Andi Arief & Bisnis Pengerahan Massa
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
"Saya bertanya seputar tudingan yang dialamatkan kepadanya. Kivlan menjawab Saya bertanya soal tudingan yang menyebut bahwa ia adalah komandan bisnis pengerahan massa dan soal setan gundul," lanjut Aiman.
Aiman melanjutkan, secara spesifik dirinya bertanya, benarkah Kivlan memiliki bisnis pengerahan massa dan menggunakan bisnis itu untuk berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu?
“Kalau saya melakukan hal ini, maka tentu saya sudah kaya raya. Tapi, saya baru saja beli rumah beberapa tahun lalu. Sebelumnya, 18 tahun saya ngontrak, Tidak benar itu semua!" jawab Kivlan.
Aiman juga bertanya kenapa ia bereaksi keras terhadap pernyataan Andi Arief soal setang gundul?
Padahal, Andi tidak menyebut nama.
"Andi Arief yang setan gundul itu," jawab Kivlan.
"Jangan-jangan betul Pak Kivlan yang membisiki Pak Prabowo?" tanya Aiman.
Kivlan menjawab panjang lebar.
Intinya, ia mengatakan, dirinya tidak pernah bertemu Prabowo lebih dari empat tahun terakhir.
Ia tak pernah datang ke kediaman Prabowo baik di Kertanegara maupun Hambalang.
Tak hanya menemui Kivlan, Aiman juga menemui Menko Polhukam Jenderal (Purn) Wiranto.
Dirinya bertanya, benarkah ada rencana makar dari sejumlah kelompok tertentu di Indonesia?
“Silakan tanya pada mereka yang punya rencana,” jawab Wiranto.
Pada dasarnya, Wiranto menegaskan, setiap pelaku pelanggaran hukum akan ditindak.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di kantor Kemenko Polhukam(Kompas.com/Fitria Chusna Farisa) Wiranto membentuk Tim Asistensi Hukum yang akan menilai ucapan, tindakan, dan pemikiran dari para elite politik di Indonesia yang mengarah pada penghasutan dan berujung pada gerakan inkonstitusional.
Aiman juga bertanya, apakah situasinya sudah sedemikian mengkhawatirkan sehingga Kemenko Polhukam membentuk Tim Asistensi Hukum?
Wiranto menjelaskan panjang lebar.
Intinya, kata dia, pemerintah wajib menjaga kondisi dalam negeri kondusif demi kepentingan rakyat.
"Jangan sampai ada isu-isu tidak benar yang meresahkan dan menakuti masyarakat," kata Wiranto.