Listrik Sering Padam, PLN Kalbar Minta Stop Main Layangan Apalagi Bertali Kawat
“Kami imbau jika masyarakat melihat pohon dekat jaringan PLN, silakan langsung melapor ke kita atau call center PLN
Penulis: Nina Soraya | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - General Manager (GM) PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi menuturkan, memang masih banyak terjadi gangguan listrik yang berpotensi menganggu ibadah di Bulan Ramadan. Pertama karena pohon yang mengganggu jaringan listrik PLN dan yang kedua adalah layangan kawat.
“Kami imbau jika masyarakat melihat pohon dekat jaringan PLN, silakan langsung melapor ke kita atau call center PLN. Tapi jangan berinisiatif memotong, karena itu bahaya, jadi langsung beritahukan kepada petugas kami,” jelasnya di kegiatan Buka Puasa Bersama PLN, di Pontianak Convention Center, Senin (13/5/2019).
Terkait masalah layangan kawat, Agung pun berharap bantuan media untuk menyebarluaskan bahaya permainan layangan kawat tersebut. Oleh karena tidak hanya sistem kelistrikan PLN yang bisa terganggu tapi juga masalah nyawa manusia.
“Kami mengimbau kepada masyarakat tidak bermain layangan di dekat jaringan. Dari sisi presentasi memang ganguan lebih banyak dari pohon-pohon ini. Tapi ingat, kalau kawat layangan yang terkena jaringan listrik itu padam bisa sampai dua kabupaten atau lebih. Jadi dampak lebih luas lagi. Jadi ayo kita jaga bersama,” ujar Agung.
Baca: Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, Baby Minta PLN Bersikap
Baca: Listrik Sering Padam Jelang Buka Puasa, Warga Mengadu ke Wakil Wali Kota Pontianak
Ditemui terpisah, Manajer Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Kalbar, Ricky Faizal menjelaskan saat ini untuk Sistem Khatulistiwa masih aman dari ganguan. Hanya gangguan lebih banyak terjadi pada jaringan transmisi.
Terkait masalah layangan, ia mengakui pasca FGD Bahaya Layangan beberapa waktu lalu yang melibatkan Wali Kota Pontianak, Bupati Kubu Raya hingga Kepolisian komitmen sudah sangat ditunjukkan oleh pihak terkait yakni dengan menggencarkan razia permainan layangan.
“Kalau secara statistik memang ganguan (layangan) di Kota Pontianak agak berkurang, tapi ganguan ini bergeser ke arah Senggiring-Parit Baru. Kita memang mengupayakan razia sampai ke sana, tapi personil kita pun terbatas makanya kita bekerjasama dengan aparat. Bagiamanapun di internal kita (PLN) ada tuntutan menurunkan gangguan di jaringan tegangan 20 KV,” paparnya.
Oleh karena gangguan di jalur jalur ini pun sangat berbaha. Sebelumnya sempat terjadi Jaringan Tegangan Menangah (JTM) yang sempat putus kawat layangan. Tentunya lanjut Ricky hal ini sangat merisaukan. Apalagi ini adalah masa siaga panjang.
“Maksud siaga panjang ini, kita terus mengamankan pasokan listrik dari moment UNBK kemaren, lalu dilanjutkan untuk masa Pilpres, Pileg hingga masa penghitungan suara. Selanjutnya masuk ke moment Ramadan hingga Lebaran. Artinya kita harus bekerja maksimal untuk menjaga pasokan listrik ini,” katanya.