Main 'Meriam Karbit' Pakai Bensin, Fajar Luka Bakar Tersambar Api, Dirawat Intensif & Perlu Bantuan
Bagian wajah dan kakinya luka parah akibat api hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Ishak
Saat ditanya oleh Andyka anak-anak kecil yang berada di lokasi kejadian seakan saling menyalahkan dan tidak mau mengaku. Hingga ia memanggil pihak polisi, orang kopri dan orang tua untuk mediasi agar tidak ada keributan.
"Saat diintrogasi polisi menanyakan satu-satu kepada anak-anak ini tapi mereka malah saling menunjuk dan tidak tahu siapa yang menendang," jelasnya.
Saat pulang kerumah satu diantara orang tua anak menanyakan kejadian yang sebenarnya. Ternyata mereka di ancam pelaku penendangan karbit untuk pura-pura tidak tahu dan tidak berbicara apa-apa.
Karena keadaan yang genting dan luka bakar yang parah keputusan orang tua dengan polisi untuk membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan penangan cepat dan harus operasi karena wajahnya semakin membengkak, dan dari tiap pihak juga harus ikut bertanggung jawab dan mengeluarkan dana bantuan.
Melihat luka bakar yang parah di bagian wajah dan kaki, Fajar perlu dirawat secara insentif dan perlu dilakukan operasi sebanyak 4 kali, serta memerlukan dana yang besar berkisar Rp 15 juta sampai Rp 25 juta.
Baca: Tradisi Sambut Lebaran Dengan Meriam Karbit di Sekadau
Baca: Kemeriahan 295 Batang Meriam Karbit Guncang Pontianak di Malam Idul Fitri
"Karena Fajar harus melakukan operasi pembersihan , pengangkatan kulit yang sudah terbakar , pembersihan lagi dan pengangkatan sel kulit mati dan biar air yang di wajah mengering, lalu yang terkakhir penanaman kulit biar wajah tidak belang," ujarnya.
Dua hari yang lalu korban meriam karbit ini sudah dioperasi tahap pertama, pada wajahnya ada bekas yang putih-putih, dan masih keluar air dan bengkak.
"Sehingga Fajar harus banyak minum air putih, dan usai operasi badannya masih sering panas, dan badan terasa ngili nekas luka bakar. Jadi kalau demam tidak boleh di biarkan harus cepat kasi tau perawat tidak boleh sampai panas tinggi nanti kejang," jelasnya.
Namun saati ini belum ada itikad baik dari orang tua pelaku untuk menjenguk korban yang sedang terbaring dirumah sakit. Saat ini biaya untuk pengobatan korban ditanggung oleh keluarg korban dan melalui donasi yanh sudah terkumpul.
"Hanya ada satu orang tua yang datang menjenguk dan memberi bantuan seala kadarnya. Saya ingin semuanya bersama tanggung jawab. Jangan ada nyalahkan namun sampai sekarang yang lain belum ada yang datang," ujarnya.
Jadi dari pihak kepolisian mengatakan dilihat dulu kalau tidak ada itikad baik dari orang tua pelaku penendangan karbit aakan di panggil dan di laporkan, biarpun sama-sama anak minimal orang tua harus tanggung jawab.
Andyka berharap tidak ada lagi korban dari permainan meriam karbit cukup Fajar sebagai korban dan sebagai contoh kalau anak kecil dibawah umur tanpa pengawasan orang dewasa, dan orang tua anak kecil di larang main meriam.
"Biar di kemudian hari kejadian seperti ini tidak menimpa anak-anak lain. Dia saja bukan sebagai pemain hanya penonton baru datang dan duduk , lalu ditendang meledak kena wajahnya," ujarnya.
Baca: Gelar Festival Meriam Karbit Lestarikan Sejarah Kebudayaan Melayu Sintang
Baca: 5 Hal Unik Tentang Festival Meriam Karbit di Pontianak yang Harus Kamu Ketahui
Ia juga berharap dari pihak Gubernur mengadakan razia karena orang tua juga setuju karena takut anak nya seperti Fajar.
Bantuan pun terus mengalir dari masyarakat, donasi juga sudah diinfokan melalui media sosial.