5 Hal Unik Tentang Festival Meriam Karbit di Pontianak yang Harus Kamu Ketahui
Festival ini sudah terkenal hingga ke mancanegara dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Pontia
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Di Kota Pontianak, ada cara unik yang digelar setiap tahunnya pada malam takbiran, namanya Festival Meriam Karbit.
Festival ini sudah terkenal hingga ke mancanegara dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Pontianak.
Selain unik, Festival Meriam Karbit juga memiliki sejarah dan kepercayaan yang menarik diantara nya.
1. Dipercaya dapat mengusir hantu
Antara tahun 1771 sampai 1808, pada masa kesultanan Kadriah, Raja Syarif Abdurrahman Alkadrie memerintahkan untuk membuat sebuah meriam yang digunakan untuk mengusir hantu-hantu, termasuk kuntilanak.
(Baca: Kapolsek Mandor Himbauan Masyarakat Patuhi Aturan Lalu Lintas )
Hal itu dilakukan karena hantu-hantu tersebut dinilai cukup mengganggu pembukaan lahan baru yang sedang dilakukannya.
2. Perlombaan Tahunan
Meriam karbit tak hanya jadi pelengkap saat menyambut datangnya Idul Fitri saat malam takbiran, tetapi juga dijadikan perlombaan yang tempat di pinggir Sungai Kapuas.
Ada berbagai syarat untuk mengikuti perlombaan ini, antara lain meriam harus terbuat dari kayu. Syarat lainnya yaitu para peserta harus memiliki meriam karbit minimal 5 buah.
3. Memecahkan Rekor MURI
Pada tahun 2007 dan 2009, festival meriam karbit Pontianak berhasil memecahkan Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI).
Pada tahun 2007, terdapat 150 meriam yang mengikuti perlombaan, rekor tersebut dipecahkan kembali di tahun 2009 dengan 198 dentuman sepanjang malam.
Hiasan yang unik pada meria karbit serta ukuran besar yang mencapai 5 meter dengan diameter di atas 50 centimeter menjadi perhatian para wisatawan.
4. Proses pembuatan dengan cara yang unik