Dua Siswi SMAN 1 Pontianak Sulap Kerajinan Kain Tenun Dayak Iban Menjadi Berbagai Kreativitas Unik

Kedua siswi ini adalah teman akrab satu kelas dan sedang duduk di Kelas XI IPS di SMAN 1 Pontianak.

Dua Siswi SMAN 1 Pontianak Sulap Kerajinan Kain Tenun Dayak Iban Menjadi Berbagai Kreativitas Unik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Rahmaniar dan Anggi membawa hasil kerajinan tenun berbentuk Tas saat ditemui Tribun Pontianak di SMAN 1 Pontianak, Kamis (9/5/2019). 

"Untuk pengambilan tenun langsung oleh Anggi saat dia pulang kampung karena pembuatannya langsung oleh Anggi sendiri," ujarnya.

Anggi dan Rahmaniar mengaku pihak sekolah juga sangat mensupport mereka dan juga membeli beberapa produk hasil karya mereka dan terkadang diikutkan dalam sebuah pameran.

Anggi melanjutkan bahwa sekarang sudah tidak terlalu pandai menenun karena sudah dua tahun di Pontianak dan jarang memproduksi tenun lagi tapi kalau pulang ke kampung ia selalu diajarin untuk mengasah kemampuan menenunnya oleh ibu dan bibinya.

Anggit mengatakan bahwa Tenun Dayak Iban di daerahnya diproduksi dan kebanyakan di jual ke Malaysia.

Karena kalau dijual ke malaysia nilai jualnya lebih tinggi dari pada ke Indonesia, karena desa Lanjak dekat dengan perbatasan Malaysia dsn aksesnya lebih mudah.

Baca: Antusias, Puluhan Siswa SMAN 1 Pontianak Daftar SGT 2018

Baca: Sesaat Lagi, School Got Talent di SMAN 1 Pontianak Dimulai

Lebih lanjut Anggi mengatakan kalau sekarang belum bisa fokus di usaha ini, tapi jika ada jalannya nanti ia ingin lebih serius lagi.

Ia juga mendapatkan support dsri keluarga dan kalau bisa produk yang dibuatnya bisa sampai ke nasional. Karena memang harga jualnya tinggi dan bisa mendukung perekonomian.

"Untuk proses pembuatan tenunnya paling cepat 1 bulan, dan kalau tidak rutin bisa 5 bulanan," ujar Anggi.

Melalui kreativitas ini ia ingin melestarikan budayanya, mengangkat dan memperkenalkan kain tenun yang menjadi khas budaya lokal ( Dayak) di daerahnya.

"Untuk pembuatan tenunnya dari benang dan pewarnanya menanam sendiri. Jadi tinggal di petik lalu di campurin dan dicelupin ke bahan baru ditenun," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved