Dua Siswi SMAN 1 Pontianak Sulap Kerajinan Kain Tenun Dayak Iban Menjadi Berbagai Kreativitas Unik

Kedua siswi ini adalah teman akrab satu kelas dan sedang duduk di Kelas XI IPS di SMAN 1 Pontianak.

Dua Siswi SMAN 1 Pontianak Sulap Kerajinan Kain Tenun Dayak Iban Menjadi Berbagai Kreativitas Unik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Rahmaniar dan Anggi membawa hasil kerajinan tenun berbentuk Tas saat ditemui Tribun Pontianak di SMAN 1 Pontianak, Kamis (9/5/2019). 

Awalnya ide mereka lulus ditahap proposal dan akhirnya di undang ke Jogja untuk persentasi barang produk mereka.

"Alhamdulillah saat ditampilkan di lomba Festival Inovasi Kewirausahaan (Fiksi) pada oktober 2018 kami mendapatkan juara favorit," ujar Rahmaniar.

Nama brand produk mereka adalah Tenun Qita (QT). Ide ini murni dari mereka berdua, dan biasanya untuk mengikuti pameran yang ada berdasarkan undangan dari sekolah. Itulah yang mereka manfaatkan untuk memperkenalkan produk tenunnya.

Baca: Tanggapan Siswa SMAN 1 Pontianak Tentang Pelaksanaan UNBK 2019

Baca: Pernah Raih Juara Sekolah Sehat Tingkat Nasional, SMAN 1 Pontianak Berbagi Tips

Pemilihan kain tenun berawal dari banyaknya orang yang jual kain tenun di Kalbar.

Namun jarang ada yang sampai menyebar luas apa lagi kaki ini tenun yang mereka angkat adalah tenun asli orang Dayak Iban dari Kapuas Hulu.

" Biasanya banyak tenun dari Dayak lain. Namun untuk Dayak Iban ini jarang karena ada diperbatasan kapuas Hulu di tempatnya Anggi yaitu di Desa Lanjak dekat perbatasan Indonesia dan Malaysia," ujarnya.

Dan untuk Tenun Dayak Iban itu sangat unik dari proses pembuatannya mulai dari perwanaan kain yang diambil dari akar pohon.

"Nah dari hasil kain tenun itu kita buat Jaz, tas, syal, dan niat kedepannya akan buat sepatu dan sendal namun masih belum tercapai, karena untuk pengerjaan murni kita berdua, dan dikerjakan di sela tugas sekolah," jelasnya.

Produk yang sudah banyak dijual yaitu syal dan kain tenun, kalau tas hanya beberapa yang sudah beli.

Untuk kisaran harga dari setiap produk mulai dari Syal Rp 55 ribu, tas Rp 100 sampai Rp 200 ribu, Tenun sendiri tergantung meteran yang paling mahal itu bisa mencapai Rp 800 ribu,dan paling murah Rp 400 ribu.

Halaman
1234
Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved