Narapidana Kasus Narkoba Penghuni Terbanyak di Lapas Sintang, Petugas Beri Pendekatan Spiritual

Membina warga binaan dengan kasus narkoba menurutnya memang harus sedikit berbeda.

Narapidana Kasus Narkoba  Penghuni Terbanyak di Lapas Sintang, Petugas Beri Pendekatan Spiritual
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) II B Sintang, Toro Wiyarto 

Narapidana Kasus Narkoba  Penghuni Terbanyak di Lapas Sintang, Petugas Beri Pendekatan Spiritual

SINTANG - Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II B Sintang, Toro Wiyarto mengungkapkan bahwa warga binaan penghuni Lapas Kelas II B saat ini jumlahnya semakin berkurang, tentunya hal ini diharapkan sejalan berkurangnya tindak kriminalitas di Sintang.

"Untuk saat ini malah turun, yang kemarin sudah 500 lebih sekarang sudah tinggal 476. Namun di akhir Ramadhan itu biasanya di mana-mana naik, mudah-mudahan di Sintang tidak naik isinya, masih tetap," katanya, Jumat (3/5/2019) pagi.

Baca: 506 PNS Sintang Diambil Sumpah Janji, Sekda Yosepha Hasnah Beri Pesan Khusus

Baca: Terbuka dan Transparan, Anggota DPRD dan Tokoh Masyarakat Apresiasi Pelaksanaan Pleno PPK Sintang

Sejauh ini, menurut Toro warga binaan terbanyak masih pada kasus penyalahgunaan narkoba. Dari 476 warga binaan, 186 di antaranya terjerat pidana kasus narkoba. Hukumannya pun rata-rata menjalani empat tahun kurungan.

Membina warga binaan dengan kasus narkoba menurutnya memang harus sedikit berbeda.

Sebab selain menjadi pelaku atau tersangka, mereka juga menjadi korban daripada penyalahgunaan barang haram tersebut.

Baca: Ketua MUI dan Ketua Wali Songo Tanggapi Situasi Rapat Pleno di Kabupaten Sintang

"Untuk narkoba kita lebih banyak pendekatan spiritual. Karena pada dasarnya itu, mereka ini lua bahwa dirinya ada tuhan. Mereka ini memang pelaku, tetap mereka juga korban. Jadi memang pembinaan spiritual harus utama," tutupnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved