Surat Suara 9 Kecamatan di Mempawah Sudah Geser ke PPK, Simpatisan Pasangan Capres Tunggu Real Count

Agoes mengimbau kepada masyarakat agar bersabar dalam menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU, dan tidak berpaku pada quick count.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ANSHORY
Rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan perolehan suara PPK Kecamatan Mempawah Hilir, di Gedung Pancasila, Jumat (19/4/2019). 

Surat Suara 9 Kecamatan di Mempawah Sudah Bergeser ke PPK, Simpatisan Pasangan Capres Tetap Tunggu Real Count

MEMPAWAH - Surat suara di sembilan Kecamatan yang ada di Kabupaten Mempawah dipastikan sudah bergeser dari PPS ke tingkat PPK oleh ketua KPU Mempawah, Agoes Soesanto saat ditemui di kantor KPU Mempawah, Jumat (19/4/2019) pagi.

"Informasi terakhir, seluruh surat suara sudah bergeser ke tingkat Kecamatan paling terakhir Kamis (18/4/2019) kemarin," ujarnya.

Agoes menjelaskan, kemarin ada dua kecamatan yang sudah memulai rekapitulasi suara yakni di Kecamatan Siantan dan Segedong.

Baca: JADWAL Ibadah Paskah HKBP Kota Baru Pontianak dan HKBP Mempawah! Ada Malam Passion

Baca: Bawaslu Mempawah Akui Sulit Buktikan Dugaan Money Politic

Lebih rinci ia menjelaskan bahwa hari ini ada lima Kecamatan yang akan memulai rekapitulasi, kemudian besok akan ada dua Kecamatan.

"Rekapitulasi akan berakhir tanggal 4 Mei, tapi rekan-rekan di lapangan mentargetkan tanggal 25 April ini akan seselsai. Selanjutnya usai rekapitulasi tingkat Kecamatan akan dilanjutkan di Kabupaten, akan mulai dari tanggal 18 April sampai 5 Mei," tuturnya.

Agoes mengimbau kepada masyarakat agar bersabar dalam menunggu hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU, dan tidak berpaku pada quick count.

"Kita informasikan kepada masyarakat bahwa quick count itu bukanlah hasil akhir, yang paling penting itu adalah real count atau hitung manual. Untuk hasil berapa jumlah masing-masing perolehan suara itu adalah hasil secara resmi dari rapat pleno terbuka. Mulai dari tingkat PPS, PPK, Kabupaten sampai tingkat Nasional," tegasnya.

Terpisah, Ketua Gerakan Rakyat Dukung (Gardu) Prabowo-Sandi, M Alfi Abdillah mengatakan hitung cepat atau quick count tidak bisa dijadikan patokan sebab bukan hasil akhir dari perolehan suara paslon di pilpres.

Baca: Ketua Gardu Mempawah Imbau Simpatisan Cerdas Menanggapi Pelanggaran Pemilu

Baca: Ria Norsan Nyoblos Bersamaan Dengan Istri di TPS 08 Mempawah, Kompak Rahasiakan Pilihan

"Penentu kemenangan dari pilpres kita tidak bisa berpatokan pada quick count, karena itu hitung cepat dan itu juga bukan nilai yang sah kemenangan salah satu palson," ujarnya, Jumat (19/4).

Ia menegaskan, bahwa yang perlu disikapi nanti adalah hasil hitung manual atau real count dari KPU, hasil itulah penentu siapa yang akan keluar menjadi pemenang kata dia.

Alfi tak menampik bahwa dari kedua kubu mengklaim bahwa mereka menang, namun itu belum bisa dipastikan.

"Saya mengimbau kepada kawan-kawan simpatisan dari kedua paslon agar tidak memberikan berita-berita yang masih samar, kita menunggu berita yang real dan sah dari KPU terkait hasil perolehan suara masing-masing paslon," tuturnya.

Ia meminta kepada kita semua agar tetap menjaga ukhuwah, kekeluargaan, jangan saling ejek hingga menimbulkan suatu gesekan-gesekan. Dikhawatirkan itu dimanfaatkan oleh pihak ketiga, orang yang sengaja ingin membuat kita pecah, dan retak kata dia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved