Pemulihan Traumatik Terhadap Korban Pencabulan Oleh Ayah Kandung di Sungai Kakap Harus Kontinyu

Pihaknya, kata dia, masih mempelajari kembali tentang proses hukum terhadap pelaku, dan akan terus mengawal agar hukuman yang diterima oleh pelaku

Pemulihan Traumatik Terhadap Korban Pencabulan Oleh Ayah Kandung di Sungai Kakap Harus Kontinyu
TRIBUNPONTIANAK/RIVALDI ADE MUSLIADI
Tim dari Kementerian PPA saat mengunjungi rumah korban pencabulan oleh sang ayah kandung, yang berada di Kecamatan Sungai Kakap, Minggu (14/4/2019) 

Pemulihan Traumatik Terhadap Korban Pencabulan Oleh Ayah Kandung di Sungai Kakap Harus Kontinyu

KUBURAYA - Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara, Devitiomana turut mendampingi kementerian PPA berkunjung ke rumah korban pencabulan anak oleh ayah kandungnya sendiri di Sungai Kakap beberapa waktu lalu. 

Dalam kesempatan itu mengatakan, banyak PR yang harus diselesaikan.

Pemulihan traumatik terhadap korban juga harus dilakukan secara kontinyu.

Pihaknya bersama kementerian PPA, kata dia, tujuan mengunjungi rumah korban adalah untuk memotret dari dekat kondisi sosial dan sikologis korban dengan keluarganya pasca pelaku ditahan. Ini yang menyentuh langsung.

"Seperti yang kita lihat tadi kan, diantara mereka anak-anak itu satupun tidak ada yang bersekolah, meskipun masih muda. Dan itu menjadi penyebab perlakukan tersebut tidak bisa terlaporkan, karena mereka tidak punya akses untuk melaporkan kasus itu, karena itu tadi faktor pendidikan yang terputus," ujarnya kepada Tribun, Minggu (14/04/2019).

Baca: Bapak Cabuli Anak Kandung, Psikolog Sebut Penyebabnya Relasi

Baca: Ingat Kasus Ayah Cabuli Putri Kandung di Sungai Kakap? Korban dan Ibunya Masih Alami Trauma

Selain itu, kata dia, lingkungan sosial juga memang jauh dari tetangga. Jadi kesempatan untuk melakukan perbuatan yang dilakukan oleh pelaku sangat besar. Dan dibawah kendali pelaku, seperti melakukan mengancam, mau membunuh sangat leluasa dilakukan oleh pelaku.

"Dan yang kita khawatirkan lagi, saat ini keluarga korban tidak ingin lagi pelaku kembali kerumah, karena mereka takut dengan ancaman. Jadi nanti persiapannyar itu panjang, karena pelaku akan kembali kerumah usai menjalani hukuman. Persiapan keluarga ini memang harus difasilitasi oleh pemerintah daerah, baik pemerintah kota Pontianak maupun Kubu Raya," jelasnya.

Baca: Ayah Kandung Cabuli 5 Putrinya, Selain Ada Yang Hamil Ternyata Ada yang Sampai Aborsi

Baca: Pelaku Cabul Anak Kandung di Kakap Dikenal Temperamental, Pernah Aniaya RT Setempat

Pihaknya, kata dia, masih mempelajari kembali tentang proses hukum terhadap pelaku, dan akan terus mengawal agar hukuman yang diterima oleh pelaku dapat maksimal. Dan sambil berjalan, pihak keluarga korban dapat dipulihkan.

"Kita bisa lihat tadi saat kita datang tadi, merka pada bertaburan kesana kemari melihat orang-orang datang apalagi ada polisi. Itu bagian dari traumatik yang mereka alami termasuk ibunya. Dan itu belum tersentuh dan belum terpulihkan, dan akan kita koordinasikan. Karena ini tidak bisa dibiarkan, stress dalam waktu berkepanjangan tanpa penanganan akan berdampak pada depresi, Depresi dapat melukai orang, melukai diri sendiri bahkan bisa bunuh diri," ungkapnya. (gam)

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved