Ingat Kasus Ayah Cabuli Putri Kandung di Sungai Kakap? Korban dan Ibunya Masih Alami Trauma

Masih ingat kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri di Kecamatan Sungai Kakap?

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Rizky Zulham
Ilustrasi
Ilustrasi dugaan pencabulan ayah terhadap anak. 

Ingat Kasus Ayah Cabuli Putri Kandung di Sungai Kakap? Ibu dan Anak Alami Traumatik

KUBU RAYA - Masih ingat kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri di Kecamatan Sungai Kakap?

Meski sayang ayah sudah mendekam di sel tahanan Mapolresta Pontianak, namun traumatik dan gangguan psikologis para korban masih tampak jelas.

Hal itu terlihat saat tim dari Kementerian Pemeberdayaan Anak dan Perempuan RI bersama Tribun Pontianak mengunjungi rumah korban di Kecamatan Sungai Kakap, Minggu (14/4).

Lokasi rumah korban yang berada di pelosok, mengharuskan tim hanya bisa menggunakan sepda motor karena jalan yang dilalui sangat sempit, dan memakan waktu sekitar 30 menit menggunakan sepeda motor dari pusat Kecamatan Sungai Kakap.

Saat tiba di rumah, tampak para korban dan juga sang ibunya ketakutan melihat orang ramai berkunjung kerumahnya, karena didampingi juga oleh Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara, Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Kakap, dan warga setempat.

Setelah dibujuk dan diberikan pemahaman, akhirnya sang ibu juga anaknya mau menerima kunjungan tim. Tim juga membawakan sedikit bantuan berupa perlengkapan sekolah, dan sembako.

Saat membuka pembicaraan, ibu korban langsung menceritakan tentang peristiwa yang dialami oleh anak-anaknya.

Ia mengaku sudah menikah dengan pelaku yaitu suaminya sendiri sudah 25 tahun. Sejak tahun awal pernikahan, ia sudah kerap kali mendapat perlakuan kasar oleh sang suami.

Bahkan, untuk perbuatan cabul sang ayah terhadap anaknya itu telah dilakukan selama kurang lebih 10 tahun.

Bayangkan saja, 10 tahun sang ayah melakukan perbuatan biadabnya terhadap anak-anak perempuannya sendiri.

Dengan modus melakukan kekerasan terlwbuh dahulu terhadap istri, dan saat istri meninggalkan rumah karena tidak sanggup menerima pukulan, saat itu lah sang ayah melakukan perbuatan biadabnya untuk melampiaskan nafusnya.

"Bapak bilangnya sayang sama saya, tapi perilakunya itu yang tidak masuk akal bagi saya. Dua bulan belakangan ini semakin aneh perilakunya, saya sudah mengingatkan dia untuk berhenti, nanti masyarakat tahu, tapi tidak menggubris," ujar ibu korban.

Ibu korban sebenarnya sudah tidak tahan dengan perilaku ayah korban. Meskipun, kata dia, sang pelaku sering beribadah, namun tetap saja melakukan perbuatan bejatnya tersebut. Bahkan, dirinya bersama anak-anak sering dimarahi dan juga dipukul.

"Saya pernah mencoba untuk melapor ke polisi tapi malah dia (suami) mengancam balik saya, dia bilang kalau berani, lapor saja paling saya ditahan 2 tahun, kalau sudah keluar habis (dihabisi) kalian semua," ujarnya menirukan perkataan sang suami.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved