Audrey Pontianak - Saling Sindir di Media Sosial Berujung Viral Dunia! Dugaan Pengeroyokan Siswi SMP

Kasus mencuat ketika berseliweran postingan terkait dugaan pengeroyokan di media sosial.

Audrey Pontianak - Saling Sindir di Media Sosial Berujung Viral Dunia! Dugaan Pengeroyokan Siswi SMP
Twitter
Tagar #JusticeForAudrey Trending Topic Twitter, Kasus Pengeroyokan Siswi SMP Pontianak Viral 

Pelajar sudah membuat geng dan bertindak kriminal, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa yang traumatik sangat mendalam.

"Saya kemaren membesuk anak SMP dirumah sakit, saya mendengar cerita dari orangtuanya, bahwa penganiayaan yang dilakukan pelajar SMA ini sungguh terlalu. Sampai ada hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang pelajar, oleh sebab itu kasus harus dituntaskan bersama Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) sehingga korban dan pelaku bisa didampingi," ujarnya.

Edi menegaskan akan melakukan pembinaan dan sosialisasi pada bidang pendidikan, serta orangtua agar peristiwa semacam ini tidak terulang lagi.

"Gejala-gejala yang dilakukan pelajar ini dapat memberikan dampak negatif, terutama korban. Kita harapkan tidak terulang lagi kasus ini, mereka juga merupakan anak di bawah umur, maka perlu investigasi secepatnya agar dapat diambil langkah dalam memberikan pembinaan," tambahnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA)

Namun menurut Edi, pelaku harus diberikan efek jera dan edukasi, agar tidak terulang kembali kejadian semacam ini di Pontianak.

Berdasarkan penjelasan dari orangtua korban, Edi sangat prihatin terhadap kebrutalan pelajar SMA. Sebab mereka melakukan penjemputan di rumah korban dan dibawa pada jalan yang sepi kemudian dianiaya dengan brutal.

Memang penyebabnya awalnya dari komentar-komentar media sosial dan komentar ini menimbulkan ketidaksenangan pelaku.

"Bahkan membuat kita miris, pelaku juga melakukan penjemputan dirumah korban, sehingga terjadi penganiayaan,"ucapnya iba terhadap kelakuan pelaku dan korban.

Di era digital ini, Edi harapkan juga pada orangtua untuk mengawasi anak-anaknya dalamnmenggunakan media sosial.

"Ini sangat sering terjadi di media sosial, mem-bully, memfitnah dan sebagainya. Maka orangtua harus mengontrol mereka," pungkasnya.

Baca: Fakta Siswi SMP Pontianak Dikeroyok 12 Siswa SMA: Kepala Dibenturkan ke Aspal hingga 3 Aktor Utama

Baca: VIDEO: Ini Kronologi Lengkap Penganiayaan 12 Pelajar SMA terhadap Siswi SMP Pontianak

KPPAD Kalbar Ceritakan Kronologi

Halaman
1234
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved