Dukung Program ‘Sampah Jadi Emas’, Pemkot Siapkan Bank Sampah Mini

Persoalan sampah apabila tak ditangani secara bersama-akan memberikan dampak buruk pada sebuah kota.

Dukung Program ‘Sampah Jadi Emas’, Pemkot Siapkan Bank Sampah Mini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono ditemani sejumlah staf Pegadaian meninjau taman mini yang di branding oleh Pegadaian terletak di depan Pasar Mawar, Senin (1/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Wali Kota Pontaianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut baik atas Program Bersih-bersih yang diluncurkan PT Pegadaian dengan take line ‘The Gade Clean and Gold. Wali kota memberikan apresiasi atas kepedulian PT Pegadaian terhadap masalah sampah.

Memang diakuinya persoalan sampah apabila tak ditangani secara bersama-akan memberikan dampak buruk pada sebuah kota.

"Saya terima kasih dan apresiasi atas apa yang dilakukan PT Pergadaian Persero dalam rangka membantu Pemkot Pontianak dengan memberikan tossa dan alat pencacah plastik," ucap Edi Rusdi Kamtono disela-sela kegiatan kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, di halaman Kantor PT Pegadaian Cabang Pontianak, Jl Hos Cokroaminoto No 264 (Pasar Mawar Pontianak), Senin (1/4/2019).

Beberapa produk dari Bank Sampah Rosella
Beberapa produk dari Bank Sampah Rosella (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI)

Program yang sangat disambutnya baik adalah adanya inovasi dalam pembayaran setiap sampah masyarakat yang dijual pada bank sampah. Sebab setiap rupiah yang didapatkan akan langsung dikonversikan pada tabungan emas. Dengan demikian diharapkannya akan merubah mainset masyarakat terhadap sampah. Sampah akan mempunyai nilai jual dan masyarakat harus memilah dan memilihnya.

Baca: Kelola Sampah Jadi Emas, Pegadaian Pontianak Luncurkan Program The Gade Clean and Gold

Baca: Pemuda Dayak Mempawah Deklarasi Tidak Golput di Anjungan

Pemerintah Kota Pontianak ditegaskannya sangat menyambut baik atas kerjsama dan inovasi yang dilakukan ini. Bank sampah yang ada akan menampung dan membeli setiap sampah-sampah masyarakat bernilai ekonomis.

"Kita akan menampung sampah-sampah dari masyarakat yang akan dikonversikan menjadi emas. Jadi silakan warga Pontianak membawa sampah terpilahnya pada bank sampah yang ada," sarannya.

Edi kemberikan contoh saat ini nilai 0,1 miligram emas Rp 6.200. Maka setiap masyarakat yang membawa sampahnya akan dikonversi untuk tabungan emas. Menunjang program penukaran sampah anorganik tersebut menjadi tabungan emas, Edi menambahkan Pemkot akan menempat titik-titik tertentu bank sampah mini yang merupakan bagian dari bank sampah induk yang sudah ada 13 saat ini.

"Tentu harapan kita bagaiamana menyadarkan masyarakat betapa pentingnya mengelola lingkungan ini menjadi bersih lebih sehat," ucap Edi Kamtono.

Sebagai komitmen dalam menggalakan menjual sampah dan menabung emas, Edi memastikan akan membuat bank sampah mini di Kantor Pemkot Pontianak. "Kita akan mulai di Kantor Wali Kota Pontianak, kita buat bank sampah mini," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved