Kebakaran Kampung Beting

Diduga Bakar Rumah, Seorang Pria Jadi Sasaran Amukan Massa

Sedang di dalam, tetangga ribut-ribut teriak kebakaran. Lantas saya ikut panik.

Diduga Bakar Rumah, Seorang Pria Jadi Sasaran Amukan Massa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Gang Stabil, Jalan Tanjung Raya I, Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur, tepat dibelakang Masjid Jami' Keraton Kadriah, Kamis (21/3/2019) sekira pukul 18.40 WIB. 

Diduga Bakar Rumah, Seorang Pria Jadi Sasaran Amukan Massa

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Seorang pria diduga mengalami gangguan jiwa bernama Yus menjadi sasaran amukan masa ketika kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Gang Stabil, Jalan Tanjung Raya I, Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur, tepat dibelakang Masjid Jami' Keraton Kadriyah, Kamis (21/3/2019) sekira pukul 18.40 WIB.

Sedikitnya belasan rumah menjadi korban amukan si jago merah pada peristiwa itu, dengan rincian delapan rumah mengalami rusak berat dan beberapa hanya terkena dampak yang mengakibatkan rusak ringan.

Ketua RT 02 RW 12 Iskandar, yang rumahnya turut terbakar mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.40, beberapa saat sebelum azan Isa berkumandang.

Saat itu Iskandar sedang berada di dalam rumah dan tidak mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran.

Baca: Edi Kamtono : Kulminasi Matahari Berkah bagi Pontianak

Baca: Kebakaran Rumah di Kampung Beting, Diduga Sengaja Dibakar

"Sedang di dalam, tetangga ribut-ribut teriak kebakaran. Lantas saya ikut panik. Kalau penyebab pasti belum tahu, ada yang bilang karena sambaran lilin ada juga yang bilang ada orang yang membakarnya, namanya Yus memang orang sini tahu dia itu agak stres. Tapi kita tidak tahu pasti apakah memang dia pelakunya atau bukan," tuturnya.

Saat keluar rumah Iskandar terkejut melihat api sudah berkorbar besar membakar rumah yang sederet dengan rumahnya.

Iskandar yang kala itu panik, lantas bergegas melakukan upaya penyelamatan terhadap beberapa barang berharga miliknya, namun tak banyak yang bisa diselamatkan.

"Tak banyak yang bisa diselamatkan, karena lampu pun saat itu dalam keadaan mati dari maghrib. Sehingga yang bisa diselamatkan hanya surat rumah saja. Kalau lainnya, seperti ijazah anak-anak dan sebagainya tak ada yang bisa di selamatkan," katanya.

Dalam peristiwa itu jumlah pasti rumah yang terbakar masih dalam pendataan.

Baca: Tinjau Lokasi Kebakaran, Kapolda: 8 Rumah Terbakar, 7 Rusak Parah dan Tak Tersisa

"Kita pun belum tau, kira-kira ada delapan yang rusak parah. Tapi yang pasti, lima rumah bagian depan sudah jelas yang paling parah. Belum lagi di belakang yang terkena sebagian rumahnya," timpalnya.

Rumah yang terbakar itu merupakan warisan turun temurun dari orangtua Iskandar, ia bahkan belum terpikir untuk pindah kemana.

"Dari lahir saya sudah tinggal disini, dibesarkan oleh orangtua juga disini jadi tak ada pikiran kemana sehabis ini," ujarnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved