KRONOLOGI Warga Singkawang Babak Belur di Pontianak, Niat Ambil Cincin Tunangan yang Berujung Petaka

Namun, beberapa waktu lalu keduanya terlibat cekcok, dan akhirnya sang kekasih pergi ke Kota Pontianak membawa cincin serta beberapa barang.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Kolase/Tribunpontianak.co.id
KRONOLOGI Warga Singkawang Babak Belur di Pontianak, Niat Ambil Cincin Tunangan yang Berujung Petaka 

KRONOLOGI Warga Singkawang Babak Belur di Pontianak, Niat Ambil Cincin Tunangan yang Berujung Petaka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seorang pria warga Pasiran, Singkawang bernama Nikolas, diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara, Jumat (22/2/2019) malam.

Nikolas mengalami puluhan luka robek di kulit kepala dan sekitaran wajah, saat ini sedang mendapat penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Yarsi Pontianak.

Selain luka di sekitaran kepala, Nikolas juga mengalami luka di jari tengah sebelah kiri, luka robek di pelipis kanan atas dan sekitar wajah tampak bengkak dan memar di mata kiri.

Baca: Kalbar 24 Jam - Rumah Disambar Petir, Banjir di Kuala Mandor A, Hingga Warga Singkawang Babak Belur

Baca: TERPOPULER - Hasil Arema Vs Persib Bandung, Jadwal Piala Indonesia Hingga Semifinal Piala AFF

Baca: Deretan Fakta Mahasiswa Lompat dari Lantai 5 Transmart! Luka Asmara Setelah Pacar Lulus Jadi Polwan

Nikolas harus mendapat puluhan jahitan di kepala dan wajahnya, dan juga sudah terpasang infus di tangan kanannya.

Dari pantauan Tribunpontianak.co.id, Nikolas memakai kaos merah, celana jeans panjang warna biru, membawa tas selempang merek polo warna hitam, dan memakai motor Supra X warna merah kombinasi putih.

Berikut rangkuman kronologi kejadian yang dihimpun tribunpontianak.co.id:

Ungkapan Saksi Mata

Saksi mata, Miki (28), yang menjadi penolong Nikolas saat itu, mengaku kepada Tribun tidak melihat secara langsung kejadian itu.

Saat itu ia sedang duduk santai di warung, Miki diberitahu oleh seorang pria bahwa ada seorang pria yang menjadi korban pemukulan.

"Kalau saya lihat dia ini korban, saya tidak kenal, hanya menolong saja, jadi ada orang lewat di jalan, bapak-bapak, dia datang ke warung, saya sedang duduk di warung, saya nyantai saja bukan jualan, di Jalan 28 Oktober ujung," tutur Miki pada Tribun.

Miki mengaku pria yang memberitahunya bahwa ada yang menjadi korban pemukulan memintanya agar segera menolong.

Baca: BREAKING NEWS - Seorang Warga Singkawang Dianiaya Orang Tak Dikenal di Pontianak

Baca: Hendak Temui Mantan Tunangan di Pontianak, Nikolas Babak Belur Dihajar Orang Tak Dikenal

Saat menolong, tidak lama datang seorang anggota kepolisian, yang selanjutnya menginstruksikan agar korban segera dibawa ke rumah sakit.

"Jadi saya cepat menolong dia, sudah sampai di lokasi, tidak lama anggota polisi datang, polisi itu bilang udah cepat antar korban ke Rumah Sakit, diantar saja dulu nanti baru bisa di proses, kata polisi itu," ungkap Miki pada Tribun.

Miki menjelaskan kepada Tribun identitas korban, dan asal korban, ternyata korban adalah warga Pasiran, Singkawang.

"Korban ini namanya Nikolas, dia bilang asal Pasiran, Singkawang, dijalan sempat saya tanya-tanya kata dia bekerja buka kantin di sekolahan," jelas Miki.

Miki mengatakan lokasi kejadian di Jalan 28 Oktober ujung.

"Kejadian di Jalan 28 Oktober, Bentasan, di daerah sekitaran lokasi rumah walet, tembusan Jalan Budi Utomo di ujungnya lagi, yang arah ke Kubu Padi itukan ada simpang tiga, belok ke kanan itu, nah sekitar situlah kejadiannya," tutur Miki pada Tribun.

Saat ini keluarga Nikolas sudah dihubungi, dan rencananya besok akan datang ke Pontianak dari Singkawang.

"Untuk sementara keluarga korban baru saja dihubungi oleh teman saya yang sama-sama menolong," ujar Miki.

Miki mengaku, kejadian awalnya dia tidak begitu jelas "entah dia berkelahi sama siapa tidak jelas," ucapnya.

Lanjutnya, "Luka-luka yang saya lihat ada di kepala bagian depan dan belakang, juga di jari tangan kiri," katanya.

Miki mendapat informasi dari korban yang menceritakan saat dalam perjalanan, bahwa korban dipukul oleh satu orang.

"Saya tidak tahu berapa orang yang memukul dia, kata dia tadi cerita satu orang, dipukul pakai apa dia juga tidak tahu karena gelap dia bilang," pungkasnya.

Baca: Diduga Curi Sarang Walet, Tiga Orang Ditangkap Polisi

Baca: Jadwal Indonesia Vs Vietnam & Kamboja Vs Thailand, Semifinal Piala AFF Live RCTI! Adu Tajam Top Skor

Ingin Temui Mantan Tunangan

Nikolas (34) Warga Pasiran Singkawang berlumuran darah akibat dihajar secara membabi buta di kawasan Pontianak Utara, Jumat (22/2/2019) malam.

Rencananya, Nikolas akan menemui seorang wanita yang diketahui merupakan mantan tunangannya di kawasan tersebut.

Niatnya, ingin mengambil kembali cincin tunangan yang pernah diberikannya beberapa waktu lalu.

Namun malang, Nikolas malah babak belur dihajar orang tak dikenal saat menuju ke rumah mantan tunangannya itu.

Saat ini, Nikolas berada di IGD Rumah Sakit Yarsi untuk mendapat perawatan medis.

Terlihat wajah Nikolas babak belur.

Bibirnya dan pelipis matanya bengkak, bahkan terlihat membiru akibat pendarahan yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Di bagian kepala terlihat banyak jahitan dengan kondisi rambut bagian belakang kepala Nikolas dicukur oleh petugas medis.

Salah satu jarinya pun diakuinya hampir putus akibat serangan itu.

Nikolas pun tampak masih lemas dan masih ada bekas lumuran darah di beberapa bagian tubuhnya.

Saat di temui Tribun, Ia tak mengetahui siapa dan menggunakan apa ia diserang.

"Saya ndak tau diserang pakai apa, tapi kayaknya benda tumpul, tapi kalau benda tumpul kenapa jari saya hampir putus begini," katanya saat di temui Tribun di IGD RS Yarsi, Jumat (22/2/2019).

Nikolas menceritkan saat itu ia hendak menemui mantan tunangannya yang berada di kota Pontianak yang berinisial RT untuk meminta kembali cincin pertunangan dan beberapa barang lainnya.

Ia mengatakan, bahwa sang mantan merupakan wanita yang telah menikah namun sudah berpisah dengan sang suami, dan ia telah menjalin hubungan asmara dengan sang kekasih sejak beberapa waktu silam.

Namun, beberapa waktu lalu keduanya terlibat cekcok, dan akhirnya sang kekasih pergi ke Kota Pontianak membawa cincin serta beberapa barang.

Kemudian, setelah cekcok, ia dihubungi kembali oleh mantannya beberapa hari yang lalu untuk datang ke Kota Pontianak bila ingin mengambil cincin pernikahannya.

"Sebelumnya kami cekcok, dia pergi di bawanya cincin sama HP, ndak taunya di jebak," ungkapnya.

"Saya di arahkan ke jalan 28 Oktober, SMKN 6 lurus sana, belok ke kanan, masuk gang, dari semak-semak muncul orang, satu orang aja sih, dipukulnya pertama kena mata jadi kabur ndak bisa liat, terus kena kepala bagian belakang jadi pusing," ungkapnya.

Iapun tak mengatahui secara pasti siapa yang telah tega melakukan perbuatan ini terhadapnya.

"Yang WA saya itu saya ndak tau dia atau siapa, bisa saja dia kerjasama dengan orang lain," ungkapnya.

Saat ini, Nikolas masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Yarsi. 

Polsek Pontianak Utara Masih Memburu Pelaku

Polsek Pontianak Utara masih memburu pelaku terhadap kasus dugaan penganiayaan oleh orang tak dikenal terhadap seorang pria bernama Nikolas (34) warga Desa Pasiran, Singkawang, di Jalan Kebangkitan, Kecamatan Pontianak Utara, Jumat (22/2/2019) sekira pukul 18.30 WIB.

Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Ridho Hidayat menegaskan hingga saat iini,  pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Sampai saat ini pelaku yang diduga seorang pria tak dikenal masih belum didapatkan oleh pihak kepolisian.

"Saya dapat laporan kemarin malam, bawa benar ada kejadian tersebut, saya sudah bentuk tim lidik Polsek Pontianak Utara dan bekerja sama dengan unit lidik Polresta Pontianak Kota untuk memburu pelaku," ujar Ridho Hidayat.

Kompol Ridho Hidayat mengatakan dia sudah memerintahkan anggotanya untuk memburu pelaku, dengan membentuk tim lidik dari Polsek Pontianak Utara dan berkoordinasi dengan unit lidik Polresta Pontianak Kota.

Baca: Endru Marco: Japstyle Lebih Gagah dan Enak Dikendarai

Baca: Tampil Menghibur di Lomba Akustik, Diva: Kalah Menang itu Biasa

"Sampai detik ini kita masih mengumpulkan informasi tentang siapa pelakunya, apabila ada perkembangan akan kita laporkan," ujar Ridho Hidayat

Kompol Ridho Hidayat membeberkan bahwa Nikolas merupakan pria asal Singkawang yang datang ke Pontianak untuk bertemu dengan seorang perempuan berinisial AF di Jalan Kebangkitan.

"Sampai dilokasi tiba-tiba ada seseorang yang tidak dia kenal langsung memukul dan korban langsung tersungkur terjatuh, dan tidak mengetahui siapa pelaku tersebut," ujar Kompol Ridho Hidayat.

Nikolas mengalami puluhan luka robek di kulit kepala dan sekitaran wajah, saat ini sedang mendapat penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Yarsi Pontianak.

Selain luka di sekitaran kepala, Nikolas juga mengalami luka di jari tengah sebelah kiri, luka robek di pelipis kanan atas dan sekitar wajah tampak bengkak dan memar di mata kiri.

Nikolas harus mendapat puluhan jahitan di kepa dan wajahnya, dan juga sudah terpasang infus di tangan kanannya.

Kompol Ridho Hidayat mengatakan belum bisa memintai keterangan lebih banyak kepada korban, karena belum pulih total.

"Saat ini korban masih belum pulih, jadi belum bisa kita mintai keterangan lebih banyak, dan korban juga masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Yarsi Pontianak," pungkasnya. 

Kejadian Penganiayaan Lainnya

Polisi Ringkus Tersangka Penganiayaan Anggota Polisi di Tanjung Raya 2

Kejadian penganiayaan sebelumnya juga terjadi di wilayah hukum Pontianak.

Setelah terungkap, kanit Reskrim Polsek Pontianak Timur, Iptu Sarjono bersama anggotanya berhasil meringkus seorang pria berinisial AI (47) lantaran diduga kuat melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap anggota polisi.

AI diamanakan di kediamannya saat sedang berbaring dialam kamar, pada Sabtu (16/2/2019) sekira pukul 21.00 WIB dari hasil pengembangan kasus sebelumnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Suhar membenarkan kejadian tersebut.

 "Ini adalah hasil pengembangan dari kasus sebelumnya, dimana pada Jumat (25/2/2019) sekira pukul 23.00 telah terjadi tindak pidana penganiayaan di Jl Tanjung Raya 2, depan Cafe Aan," terangnya Senin (18/2/2019) pagi.

Sebelumnya pada Jumat (25/2/2019) seorang tukang parkir wanita berinisial J alias Beni diamankan di Mapolsek Pontianak Timur, diduga melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap anggota polisi bersama tiga terduga pelaku lainnya.

"Dari pengembangan dalam penangkapan sebelumnya terhadap J alias Beni, didapat informasi bahwa AI sedang berada dirumahnya," ujar Kompol Suhar.

Baca: Kronologi Jukir Wanita Aniaya Polisi, Kapolsek Heran Aksi Pelaku

Baca: BREAKING NEWS - Jukir Wanita Keroyok Polisi, Tiga Pemuda Jadi Buron

 Sesampainya di rumah terduga pelaku, polisi melihat AI sedang asik berbaring didalam kamar, ia kemudian terkejut melihat anggota kepolisian menangkap dan menggiringnya ke Mapolsek Pontianak Timur.

"Terduga pelaku berinisial AI sudah kita ama kan di Mapolsek Pontianak Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara dua rekan terduga pelaku berinisial EK dan EG masih dalam pencarian," tutup Kompol Suhar.

Sebelumnya Polsek Pontianak Timur telah mengamankan seorang wanita berinisial J (30) seorang juru parkir karena tindak pindana pengeroyokan kepada satu anggota kepolisian berinisial FM (20).

J diamankan saat sedang berada di rumahnya yang berada di kawasan Jalan Tanjung Raya 2, Senin (12/2/2019).

Pengeroyokan ini sendiri terjadi pada 25 Januari 2019 malam, di Jalan Tanjung Raya 2 di depan satu kafe di Kelurahan Saigon.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Kapolsek Pontianak Timur Kompol Suhar mengatakan bahwa pelaku JT mengakui bersama-sama temannya berjumlah tiga orang melakukan tindak penganiayaan terhadap seorang anggota polisi. 

Suhar mengungkapkan mereka melakukan tindak pengeroyokan kepada korbannya.

Namun, untuk motif pengeroyokan pihaknya masih melakukan pendalaman.

Kapolsek mengungkapkan bahwa saat kejadian, anggota kepolisian yang menjadi korban masih mengenakan pakaian dinas  setengah badan.

Dirinya pun heran mengapa para pelaku sampai berani melakukan pengeroyokan ke FM.

Suhar pun menilai bahwa para pelaku disinyalir dalam pengaruh alkohol pada saat melakukan pengeroyokan itu.

"Anggota itu masih berpakaian dinas. Anak-anak (pelaku pengeroyokan,red) ini kayaknya mabok. Tapi dia sampai saat ini tidak mengaku mabok. Tapi kalau tidak mabok gak mungkin mereka (berani) gitu," ungkapnya.

"Dia (pelaku J) si udah mengakui bahwa dia juga melakukan penganiayaan," imbuhnya.

Kapolsek mengungkapkan bahwa selain mengaku melakukan pemukulan, J juga mengaku turut menarik baju dan menginjak baju korban saat korban sudah terjatuh.(Ya' M Nurul Anshory/Ferryanto)

Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak:

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved