WAJIB TAHU! Inilah Bahaya Pernikahan Dini Untuk Kesehatan

WAJIB TAHU! Inilah Bahaya Pernikahan Dini Untuk Kesehatan.Masih banyak masyarakat yang melakukan Pernikahan...

WAJIB TAHU! Inilah Bahaya Pernikahan Dini Untuk Kesehatan
KOLASETRIBUNPONTIANAK.CO.ID
WAJIB TAHU! Inilah Bahaya Pernikahan Dini Untuk Kesehatan 

Menurut National Health Service, perempuan di bawah usia 18 tahun yang hamil dan melahirkan berisiko mengalami kematian saat persalinan.

Pasalnya, di usia belia ini tubuh mereka belum matang dan siap secara fisik untuk melahirkan.

Selain itu, panggul mereka yang sempit karena belum berkembang sempurna juga dapat menjadi penyebab bayi meninggal saat dilahirkan.

Terdapat banyak masalah kesehatan lain saat hamil dan melahirkan di usia remaja

Secara fisik, usia anak atau remaja yang melahirkan berisiko mengalami kematian saat melahirkan dan sangat rentan terhadap cedera terkait kehamilan, seperti fistula obstetrik.

Tak hanya itu, perempuan remaja yang telah menikah pun kerap mendapatkan tekanan sosial.

Salah satunya adalah mengenai telah berhasil hamil atau belum.

Tak jarang ini juga dijadikan sebagai ajang membuktikan kesuburan diri di kalangan masyarakat.

Selain itu, bila menikah dengan suami yang lebih tua, ini bisa menyulitkan  perempuan untuk menyatakan keinginan mereka dalam berhubungan seks.

Terutama ketika ingin mendapatkan kepuasan dalam berhubungan seks dan rencana menggunakan KB.

Akibatnya, para perempuan lebih cenderung mengalami kehamilan awal yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan jangka panjang dan dalam beberapa kasus bahkan menyebabkan kematian.

Bahaya dari segi kesehatan mental

mencegah kekerasan dalam pacaran

Kasus pernikahan usia dini ini umumnya sering menyebabkan terganggunya kesehatan psikis  atau mental wanita.

Salah satu ancamannya adalah wanita muda rentan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan mereka tidak memiliki pengetahuan bagaimana caranya terbebas dari kekerasan itu.

Kekerasan dalam rumah tangga sering terjadi dalam pernikahan dini karena belum siapnya mental dari kedua pasangan yang menikah untuk menghadapi masalah-masalah yang muncul.

 Selain istri yang mengalami kekerasan, anak di dalam pernikahan dini ini juga berisiko menjadi korban kekerasan rumah tangga.

Ditemukan fakta, bahwa anak-anak yang menjadi saksi mata kasus kekerasan di rumahnya akan tumbuh besar dengan mengalami kesulitan belajar dan memiliki keterampilan sosial yang terbatas.

Mereka juga kerap menunjukkan perilaku nakal atau berisiko menderita depresi, PTSD, atau gangguan kecemasan berat.

Parahnya lagi, dampak ini akan paling berat dirasakan oleh anak-anak yang masih berusia sangat belia.

Penelitian dari UNICEF  juga menunjukkan bahwa KDRT lebih umum terjadi di rumah dengan anak-anak kecil daripada anak-anak remaja atau yang lebih tua.

Bagaimana cara cegah bahaya pernikahan dini?

Untuk mencegah bahaya kesehatan akibat pernikahan dini, pendidikan bisa menjadi salah satu hal yang berperan penting.

Pendidikan dapat memperluas wawasan anak dan remaja serta membantu meyakinkan mereka bahwa menikah haruslah dilakukan di saat dan usia yang tepat.

Menikah bukanlah sebuah paksaan dan juga bukan sebuah jalan untuk terbebas dari kemiskinan.

Pendidikan juga semata-mata bukan hanya untuk pintar dalam mata pelajaran saja.

Pendidikan dapat menambah wawasan anak untuk bisa terampil dalam hidup, mengembangkan karier, dan cita-cita.

Hal yang paling penting, pendidikan dapat memberi informasi mengenai tubuh dan sistem reproduksi diri sendiri ketika nanti akan menikah.  (*/hellosehat)

Yuk Follow Instagram @tribunpontianak.

Penulis: Mirna Tribun
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved