Indonesia Lawyers Club

Karni Ilyas Skakmat Nusron Wahid di Live ILC TVOne (12/2), Karni: Anda Bukan Pembaca yang Baik

Pakar Hukum Tata Negara, Andi Hamzah mengaku dirinya di-bully setelah tampil di Indonesia Lawyers Club (ILC).

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
Screenshot TVOne
Karni Ilyas Skakmat Nusron Wahid di Live ILC TVOne Selasa (12/2), Karni: Anda Bukan Pembaca yang Baik... 

Karni Ilyas Skakmat Nusron Wahid di Live ILC TVOne Selasa (12/2), Karni: Anda Bukan Pembaca yang Baik

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Presiden ILC, Karni Ilyas skakmat politisi Nusron Wahid di Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne dengan tema ‘Potret Hukum Indonesia 2019: Benarkah Tajam Sebelah?’ Selasa (12/2/2019) malam WIB.

Kali ini Karni Ilyas menghadirkan tiga narasumber yang sama-sam Pakar Hukum Tata Negara yakni Refly Harun, Margarito Kamis dan Ganjar Laksmana.

Kemudian Pakar Hukum Pidana Luhut Pangaribuan, Pengamat Kebijakan Publik Said Didu, serta dua politisi, Nusron Wahid dan Masinton Pasaribu.

Tidak ketinggalan pengamat politik, Rocky Gerung.

Baca: ILC TVOne - Narasumber Sebut Ada Masalah dengan Tema ILC TVOne (12/2), Begini Respons Karni Ilyas

Baca: Bukan Raffi Ahmad atau Ivan Gunawan, Ayu Ting Ting Pamer Foto Bersama Seorang Pria saat Liburan

Diskusi diawali gambaran dari Prof Andi Hamzah tentang kerangka hukum di Indonesia dan ditutup (closing statement) Prof Salim Said, Guru Besar UNHAN & Direktur Eksekutif Institut Peradaban.

Dalam diskusi ini, Karni Ilyas dengan Nusron Wahid sempat silang pendapat atas perbedaan pandangan terkait tema.

Di awal komentarnya, Nusron Wahid menilai tema kali ini kurang tepat.

Merujuk pernyataan narasumber lain yang sudah lebih dulu diberi kesempatan, Nusron Wahid menawarkan topik lain.

“Topik kita malam ini adalah, benarkah hukum itu dijadikan instrumen politik?,” kata Nusron.

Nusron pun berpendapat lain dengan tema kali ini.

“Begini Pak Karni, saya mengatakan bahwa praktik hukum kita bukan tajam ke bawah, bukan tajam ke sebelah. Bukan tajam ke kanan dan bukan juga tajam ke kiri. Tapi tajam ke mana-mana. Saking tajamnya, kadang-kadang dilabrak semua pihak, nabrak salah arah dan sebagainya, saking tajamnya,” katanya.

Ia pun berani memastikan penegakan hukum di Indonesia sudah adil.

“Praktik hukum itu tidak kenal oposisi, tidak kenal petahana. Hukum itu menajam ke mana pun, menajam ke siapa pun dalam konteks ruang dan waktu,” kata Nusron.

Komentar Nusron pun langsung mendapat tanggapan dari Karni Ilyas.

“Anda itu ternyata pendengar yang baik. Jadi Anda catat semua orang yang ngomong. Tapi Anda bukan pembaca yang baik. Coba Anda baca baik-baik itu, Benarkah tajam sebelah? Bukan menghakimi bahwa tajam sebelah. Karena isu ini beredar di publik, saya bawa ini kesempatan Anda untuk membantahnya, maka ada tanda tanya. Tanda tanya itu artinya kita sendiri enggak yakin,” kata Karni seraya memberi kesempatan berikutnya kepada Rocky Gerung.

Baca: Kumpulan Ucapan Manis & Romantis di Hari Valentin! Saat Doi Takut Kehilangan Kamu. . .

Baca: RAMALAN ZODIAK Rabu (13/2), Ini Hari Istimewa Aries, Karier Sagitarius: Tuliskan Ide Cemerlang Kamu!

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved