MAN 2 Pontianak, Pastikan Tak Ada Siswanya Terjaring Razia Satpol PP Karena Bolos Sekolah

MAN 2 Pontianak membantah atas adanya siswa mereka yang terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP

MAN 2 Pontianak, Pastikan Tak Ada Siswanya Terjaring Razia Satpol PP Karena Bolos Sekolah
TRIBUNPONTIANAK/syahroni
Waka Kesiswaan MAN 2 Pontianak, Ismail. 

MAN 2 Pontianak, Pastikan Tak Ada Siswanya Terjaring Razia Satpol PP Karena Bolos Sekolah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pihak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak membantah atas adanya siswa mereka yang terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sapol PP) Kota Pontianak di warung kopi (31/1) lalu, karena bolos sekolah.

Kepastian tidak adanya murid MAN 2 Pontianak yang terjaring razia disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ismail.

"Setelah kami cek di Satpol PP, tidak ada satupun pelajar kami yang terjaring razia," ucap Ismail, Senin (4/2/2019).

Baca: TERPOPULER- Reaksi 94 dan 95 Liner BTS di GDA 2019, SNMPTN 2019, Hingga Kisah 24 Pelajar Bengkayang

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga, Pelaku NN Sakit Hati Istrinya Dituduh Punya Ilmu Santet

Baca: IMLEK 2019 - Cek Ramalan 12 Shio di Tahun Babi Tanah, Shio Paling Beruntung Hingga Banyak Konflik

Ismail menegaskan bahwa pihaknya mau nama sekolahnya dinyatakan tak ada siswanya yang tersangkut kasus razia terebut, karena diberitakan sebelumnya, satu diantara pelajar yang terjaring razia berasal dari MAN 2 Pontianak.

Sebelumnya diberitakan sebanyak 22 pelajar dari sembilan sekolah terjaring razia karena bolos saat jam pelajaran sekolah. Dari 22 orang tersebut, terdapat 16 laki-laki dan enam orang perempuan.

Tak hanya dari pelajar Pontianak, terdapat pula pelajar Kubu Raya yang terjaring razia di Warkop Jalan Setia Budi, Kamis (31/1/2019).

Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak, Nazarudin menegaskan mereka para pelajar bolos disaat jam belajar.

Para pelajar hanya bisa tertunduk malu sambil menunggu orangtua mereka serta guru menjemput di Kantor Satpol-PP.

"Jadi kami melakukan patroli rutin dan mendapatkan laporan masyarakat bahwa ada anak sekolah menggunakan seragam sekolah nongkrong di Warkop," ucap Nazarudin saat diwawancarai menjelaskan kronologi awal diamankannya 22 pelajar tersebut.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, pihak Satpol PP dan dibackup oleh Kepolisian langsung bergerak menyisir lokasi dan ditemukan para pelajar tengah asik santai. Bahkan beberapa pelajar saati digrebek diketemukan tengah merokok.

Selain itu, sebagian pelajar saat didatangi tim razia juga menyembunyikan dirinya dalam kamar kecil atau WC agar tak ketahuan petugas.

Dua Warkop yang yang kedapatan para pelajar bolos sekolah adalah Warkop Waka-waka dan Warung Kopi Tiam, Jalan Setia Budi.

"Saat disisir lokasi kita temukan 22 pelajar, mereka ini bolos saat jam sekolah bukan masuk sore, tapi memang lari dari pelajarn sekolah,"tambah Nazarudin.

Para pelajar yang kedapatan bolos tersebut berasal 11 sekolah, baik SMA maupun SMK. Nazarudin menegaskan sebetulnya mereka berada dibawah pembinaan provinsi, karena kewenangan SMA-SMK berada di pihak pemerintah provinsi.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved