Breaking News:

Apa Itu Desa Mandiri Dan Bagaimana Penilaiannya? Ini Penjelasan DPMD Kalbar

Mandat Permendesa itu diberikan kepada Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemendesa untuk

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizky Prabowo Rahino
Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Barat, Ahmad Salafuddin 

Apa Itu Desa Mandiri Dan Bagaimana Penilaiannya? Ini Penjelasan DPMD Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Barat, Ahmad Salafuddin mengatakan desa mandiri adalah sebuah bentuk hasil penilaian yang dilakukan per tahun oleh Kementerian Desa melalui regulasi yang dikeluarkan yakni Permendesa Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun (IDM).

Awalnya, tujuannya penetapan IDM adalah dalam rangka lakukan evaluasi hasil capaian dari Dana Desa. Dana Desa merupakan kebijakan pemerintah kabinet kerja era Presiden Joko Widodo sejak tahun 2015 hingga kini.

“Mandat Permendesa itu diberikan kepada Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemendesa untuk kemudian keluarkan hasil review per tahun yang ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Dirjen,” ujarnya, Rabu (30/1/2019).

Berdasarkan SK Dirjen PPMD Nomor 52 Tahun 2018 tentang status kemajuan dan perkembangan desa se-Indonesia, rincian status 2.031 desa di Kalbar yakni 1 desa mandiri (0,05%), 53 desa maju (2,61%), 372 desa berkembang (18,32%), 928 desa tertinggal (45,69%) dan 677 desa sangat tertinggal (33,33%).

Berdasarkan SK Dirjen PPMD Nomor 30 Tahun 2016, tahun 2016 rincian status desa di Kalbar yakni desa mandiri nihil, 30 desa maju, 230 desa berkembang, 758 desa tertinggal dan 959 desa sangat tertinggal.

Baca: KABAR Terkini Kasus Siswi SD Melahirkan Bayi 2,6 Kg! Paman Tersangka Cabul hingga Kondisi 2 Korban

Baca: Midji Akan Segera Panggil Bupati Sintang dan Bengkayang Tindaklanjuti Inpres Pembangunan PLBN

Baca: Lahirkan Denim Tenun Songket Khas Kalbar Limited Edition, Ivo: Pasarnya Hingga USA

Setidaknya ada tiga dimensi pembentuk IDM yakni dimensi lingkungan, dimensi sosial dan dimensi ekonomi.

Dimensi lingkungan terdiri dari kualitas lingkungan hidup dan potensi rawan bencana. Dimensi sosial terdiri dari kesehatan, pendidikan, modal sosial dan permukiman.

“Lalu, dimensi ekonomi terdiri dari produksi desa, akses pusat perdagangan, akses distribusi, akses lembaga keuangan, lembaga ekonomi dan keterbukaan wilayah,” tandasnya.

Adapun penentuan status desa berdasarkan capaian nilai rentang sebagai berikut :

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved