Berita Video

Penjelasan Pihak Rumah Sakit Kota Pontianak, Terkait Mogoknya Puluhan Petugas Kebersihan

Ia mengalokasikan sebanyak 28 orang laki-laki karena memang kebutuhan rumah sakit seperti itu....

Penjelasan Pihak Rumah Sakit Kota Pontianak, Terkait Mogoknya Puluhan Petugas Kebersihan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terkait adanya demonstrasi dan mogok kerja yang dilakukan seluruh pegawai cleaning servis (CS) yang berjumlah 65 orang, Pejabat Penandatanganan Kontrak (PPK), Rumah Sakit Sultan Syarif Muhammad Alkadrie, Surhaini angkat bicara.

Menurutnya adanya demonstrasi tersebut lantaran adanya perubahan yang tertuang dalam perjanjian lelang yang menginginkan 28 orang laki-laki dan sisanya perempuan dari 65 pekerja yang ada.

 

Baca: Suasana Demonstrasi Petugas Kebersihan Rumah Sakit di DPRD Kota Pontianak

Baca: 65 Petugas Kebersihan Rumah Sakit di Pontianak Mogok Kerja, Adukan Nasib & Tuntut Ini ke DPRD

Baca: Duduki DPRD, Puluhan Cleaning Service Rumah Sakit Kota Pontianak Ancam Mogok

Saat ini, jumlah pekerja 45 orang perempuan dan laki-laki 20 orang.

Ia mengalokasikan sebanyak 28 orang laki-laki karena memang kebutuhan rumah sakit seperti itu.

"Saat ini kita mengalokasikan tenaga kerja berdasarkan kebutuhan, tidak ada alasan lainnya. Kita ada 14 Pos yang setiap pos harus ada dua laki-laki, sehingga jadi 28 orang," ucap Surhaini saat diwawancarai, Senin (21/1/2019).

Surhaini menegaskan, seharusnya para pekerja melakukan koordinasi dengan pihak vendor mereka. Karena merela bekerja dengan vendornya atua pemilik outsourcing yaitu Putra Periangan Perkasa.

"Biasanyakan kalau mereka itu, vendornya yang menetapkan harus kerja dimana. Bukan pihak kami yang menentukannya," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved