Indonesia Lawyers Club

ILC TVOne Selasa 15 Januari: 'Siapa Meneror KPK' Link LIVE Stream TVOne Mulai Jam 20.00 WIB

Melalui akun Instagram-nya, Presiden ILC Karni Ilyas mengumumkan topik ILC mengawali tahun 2019 yakni "Siapa Meneror KPK".

ILC TVOne Selasa 15 Januari: 'Siapa Meneror KPK' Link LIVE Stream TVOne Mulai Jam 20.00 WIB
Screenshot Instagram@presidenilc
ILC TVOne Selasa 15 Januari: 'Siapa Yang Meneror KPK' Link Live Stream TVOne Mulai Jam 20.00 WIB 

Dear Pencinta ILC:

Diskusi kita Selasa pkl 20.00 WIB besok berjudul,

"Menjelang Debat Capres: Siapa Yang Meneror KPK?".

Selamat menyaksikan.

#ILCSiapaMenerorKPK

Baca: Artis Vinessa Inez Menikah Diusia Muda, Sering Dipukuli dan Diselingkuhi Suaminya

Baca: Polisi Temukan Vanessa Angel Chatting Tak Sesuai Etika, Upload Gambar hingga Jadikan Penghasilan

Topik debat yang diangkat ini mendapat respon dari warganet.

 

Usulan topik tandingan dilayangkan. 

Semisal soal 1 km 500 miliar.

Lalu ada juga warganet yang meminta Karni Ilyas untuk menghadirkan narasumber.

Mereka berharap hadirnya Rocky Gerung, pengamat yang kini dikenal sebagai orang yang pro terhadap kubu nomor urut 02.

Sebelumnya, Host acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas diprotes warganet soal acaranya.

Warganet ada yang menuding Karni Ilyas berat sebelah, atau cenderung pro ke kubu Prabowo Subianto.

Sebab, kata warganet tersebut, Karni Ilyas seolah mendirikan panggung untuk para pembenci Jokowi.

Hal itu disampaikan pemilik akun Twitter @Aguspur64888516.

Ia menyebut kalau acara yang dipandu Karni Ilyas itu cenderung berat sebelah.

Karni Ilyas pun disebut lebih pro kepada kubu Prabowo.

"Acaramu cenderung berat sebelah, memberikan panggung kpd para pembenci jokowi," tulisnya.

Rupanya kritik itu disampaikan menanggapi balasan Karni Ilyas pada warganet yang menyebut kalau Karni Ilyas tidak netral.

"Gak ada yg netral bang...semua udah terkontaminasi politik..gua bilang semua stasiun tv juga media yg lain..kadang kita miris kalau mikir. Karena media sekarang jadi alat propaganda politik..parahnya lagi kita gak nyadar ampe gontok2an..bener2 banyak mudharotnya..," kata seorang netizen.

Karni Ilyas pun menjelaskan, sebagai Pemred, ia telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran redaksi TV One untuk tidak boleh berpihak ke Capres nomor urut 01 atau 02.

Bahkan menurutnya, jika ada yang melanggar akan diberikan sanksi.

"Minimal instruksi saya selaku Pemred kepada semua jajaran redaksi TV One sampai hari ini bahwa semua jajaran redaksi TV One tidak boleh berpihak ke 01 atau 02. Melanggar akan saya beri sanksi," tulisnya.

Nah, pada cuitan itulah seorang warganet lainnya menyebut kalau acara yang dipandu Karni Ilyas cenderung berat sebelah.

Baca: 5 Fakta PNS Perawat Gigi Korban Penusukan Sadis, Perampokan hingga Sudah Diintai Pelaku

Baca: Jelang Debat Perdana, Sandiaga Uno Tegaskan Penegakan Hukum dan Penguatan KPK

Seolah tak terima dengan tuduhan tersebut, Karni Ilyas pun menjelaskan ketentuan yang ada pada acara yang dipandunya tersebut.

Ia mengatakan, dirinya selalu mengundang kubu masing-masing Capres dengan jumlah yang sama, kemudian diberi kesempatan bicara dengan jumlah yang sama pula.

Untuk itu, kata dia, jika ada salah satu kubu yang merasa menang atau kalah, itu bukan urusan dia sebagai host.

Sebab, ia hanya memfasilitasi kedua kubu untuk menyampaikan argumennya masing-masing.

"Panggungnya selalu seimbang.

Tiga orang dari pro 01, harus 3 orang juga dari pro 02.

Bahkan durasinya pun diusahakan sama.

Kalau ada yg merasa menang atau kalah, itu bukan salah host," tulisnya. (*)

 

Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved