Kasat Pol PP Nilai Denda Rp 300 Ribu Kepada Remaja Terjaring Razia Kos Kecil, Tapi Beri Efek Jera

Syarifah Adriana membenarkan bahwa kebanyakan yang terjaring razia kost adalah remaja dan mahasiswa.

Kasat Pol PP Nilai Denda Rp 300 Ribu Kepada Remaja Terjaring Razia Kos Kecil, Tapi Beri Efek Jera
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya' M Nurul Anshory
Kasat Pol PP Kota Pontianak, Syarifah Adriana 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ya' M Nurul Anshory

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Pontianak, Syarifah Adriana menganggap sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring) kepada remaja yang terjaring razia kost terlalu kecil.

"Sebenarnya kalau cuma Rp.300 ribu itu murah, tapi itu juga sudah memberikan efek jera bagi mereka terutama bagi mahasiswa itu adalah jumlah yang besar," ujar Syarifah Adriana.

Baca: 10 Remaja Terjaring Razia Kos Disidang, Terancam Denda Rp 50 Juta

Baca: PN Sambas Gelar Sidang Tipiring Penjual Miras di Tebas

Baca: 11 Remaja Terjaring Razia Kost, Lagi-lagi Ada Anak Bawah Umur

Dalam giat razia rumah kost yang dilakukan Satpol PP, Rabu (9/1) diwilayah Pontianak Selatan, berhasil menjaring sebelas orang remaja, satu diantaranya adalah anak dibawah umur.

Syarifah Adriana membenarkan bahwa kebanyakan yang terjaring razia kost adalah remaja dan mahasiswa.

"Giat tadi pagi ada lima pasang yang terjaring, jadi jumlahnya ada sebelas, satu kamar ada yang tiga orang," ujarnya.

Syarifah Adriana menilai seringkali menjaring anak dibawah umur karena memang mereka liar, anak yang dibawah umur kita panggil orangtuanya dulu, kalau memang sampai siang ini tidak ada maka kita akan kirim ke dinas sosial," tuturnya.

Syarifah Adriana menceritakan bahwa pada giat razia yang dilakukan hari ini, Rabu (9/1) sempat ditemukan ada yang berusaha bersembunyi.

"Tadi ada yang menyembunyikan pasangannya dalam kamar mandi, petugas mengetok pintu mereka tidak mau buka. Kemudian petugas berusaha memotong jalur kabur mereka lewat pintu belakang," tutur Kasat Pol PP itu.

Sebenarnya kata dia, kita bukan mencari kesalahan, kita memang sengaja membuat orang itu tertib. Untuk jadwal razia kita sudah sesuai dengan jadwal sidang, namun sewaktu-waktu juga kita ada gelar razia di hari-hari lain.

"Kalau untuk sidangnya memang hari rabu dan kamis jadwalnya sudah tetap Rabu dan Kamis," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved