Siswi SMKN 4 Berkelahi

Viral Video Kekerasan Siswi SMK di Pontianak, Ini Komentar Disdikbud Kalbar

Sebuah video kekerasan sejumlah pelajar wanita kepada satu orang pelajar wanita lain viral di media sosial.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Bidang Pengembangan Sekolah Menengah Atas (PSMA) dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Judan SPd MPd saat diwawancarai Tribun Pontianak di ruang kerjanya, Jumat (14/12/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Sebuah video kekerasan sejumlah pelajar wanita kepada satu orang pelajar wanita lain viral di media sosial.

Dari pengamatan video itu, lokasi kejadian diduga terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri yang berada di Jalan Kom Yos Soedarso Pontianak, Kecamatan Pontianak Barat.

Kepala Bidang Pengembangan Sekolah Menengah Atas (PSMA) dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Judan SPd MPd mengaku kaget ketika mendapat kiriman video kekerasan siswi itu.

“Masalah video yang viral hari ini, saya juga menerimanya. Informasi awalnya di SMAN 4 Pontianak. Setelah saya cek ke lapangan itu bukan di SMAN 4 Pontianak, tapi SMKN 4 Pontianak,” ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak di ruang kerjanya, Jumat (14/12/2018) siang.

Baca: Kebakaran di Jalan Rajawali Pontianak, 8 Rumah Hangus Terbakar

Baca: 4 Fakta Perkelahian Siswi SMKN 4, Sekolah Benarkan Kejadian dan Midji Akan Copot Kepsek!

Baca: Perkelahian Siswi SMKN 4 Pontianak, Orangtua Korban Harap Kepolisian Ambil Keputusan Tegas

Judan menimpali video kekerasan siswi itu memantik atensi dari Disdikbud Provinsi Kalbar. Usai mendapat informasi video itu, Kepala Disdikbud Kalbar didampingi Kepala Bidang (Kabid) SMK langsung turun ke lapangan guna pastikan kebenaran informasi itu.

Berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, terang Judan, peristiwa kekerasan itu terjadi beberapa bulan lalu.

“Itu kejadian bulan Agustus 2018. Menurut informasi, itu sudah ditangani secara kekeluargaan. Sekarang, anak-anak itu (yang berselisih_red) sudah bersahabat dan berkawan. Sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” terangnya.

Kejadian ini tentunya menjadi pengalaman khususnya sekolah. Ke depan, dia berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi. Sebab, peristiwa ini tentu mencoreng dunia pendidikan Kalbar.

Berkaca dari kejadian memalukan ini, Judan meminta kepada para kepala sekolah optimalkan pengawasan di lingkungan sekolah. Satu diantaranya melalui pemaksimalan peran guru-guru piket.

“Saran saya kepada semua kepala sekolah baik swasta dan negeri, khususnya SMA/SMK. Tolong dikontrol kelakuan anak-anak selama istirahat. Guru-guru piket harus selalu mengontrol lingkungan sekolah,” pintanya.

Pengawasan itu, kata dia, bertujuan agar tidak ada celah bagi siswa-siswi untuk lakukan sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Tak hanya kepada sekolah-sekolah, Judan juga mengimbau kepada siswa-siswi agar tidak melakukan hal-hal menjurus kepada perilaku negatif. Terlebih hal yang bersifat kekerasan, penghinaan dan lainnya.

“Saya harap kepada anak-anak, untuk hal-hal seperti itu jangan diselesaikan secara kekerasan. Karena itu tidak ada gunanya. Tidak berguna untuk masa depan. Lebih baik selesaikan secara damai dan bersahabat. Ya, secara kekeluargaan,” jelasnya.

“Itu lebih baik daripada memviralkan hal seperti ini. Karena akan mencoreng nama baik kita sendiri dan sekolah,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved