Masjid Sabilul Muhtadin Mempawah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
Ustadz Nurhasan berpesan kepada hadirin agar menjaga persatuan, yang itu ditekankan oleh Rasulullah semasa hidupnya
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Ditambahkannya, agar umat Islam menghindari masalah-masalah khilafiyah atau perbedaan pendapat dalam urusan agama.
Karena hal itu sering kali membelah persatuan umat.
“Tidak saatnya lagi meributkan masalah-masalah khilafiyah, seperti sholat shubuh pakai qunut atau tidak. Sebab yang membaca qunut punya dasar hukum, yang tidak membaca qunut juga punya dasar hukum. Juga tak perlu meributkan apakah sholat Tarawih 8 rakaat atau 20 rakaat. Masing-masing ada dasar hukumnya. Maka, jangan saling mencela dan menyalahkan,” tuturnya.
Masih terkait dengan persatuan, Ustadz Nurhasan mengingatkan jamaah agar bersikap cerdas dalam menghadapi informasi yang beredar di media sosial, karena setiap orang bisa memproduksi informasi sendiri sesuai kepentingannya, bahkan banyak yang penulisnya tidak jelas sehingga tidak dapat dimintai pertanggungjawaban.
“Jangan begitu saja percaya dengan tulisan-tulisan yang bertebaran di grup-grup WhatsApp. Disaring dulu, dicari kebenarannya. Jangan asal diteruskan kepada orang lain. Jika yang diteruskan itu ternyata tidak benar, berarti telah menyebarkan fitnah, menyebarkan kebohongan, dan itu bisa menjerumuskan kepada perpecahan,” imbuh Ustadz Nurhasan yang baru-baru ini ditugaskan sebagai hakim Pengadilan Agama Sungai Raya di Kabupaten Kubu Raya.
Di bagian akhir ceramahnya, Ustadz Nurhasan memimpin doa untuk kemaslahatan jamaah Masjid Sabilul Muhtadin, untuk kebaikan umat Islam di manapun berada, untuk kesejahteraan dan kemakmuran Kabupaten Mempawah dan Negara Indonesia pada umumnya.