Naik Haji 2018

Banyak Rintangan, Inilah Cerita Perjalanan Haji Salah Satu Jamaah Haji Kabupaten Sambas

Selama melaksanakan haji di tanah suci dirinya merasakan ibadah lebih ikhlas, lebih khusyuk dan merasa lebih dekat kepada Allah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
H Syukri (53), salah satu jamaah Haji Kabupaten Sambas, Asal Kecamatan Subah, Jum'at (14/09/2018) di Halaman Asrama Haji Kabupaten Sambas, Sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - H Syukri (53) salah satu jama'ah haji asal Kecamatan Subah mengatakan, selama perjalanan haji di tanah suci Makkah dirinya mendapatkan perjalanan spiritual yang luar biasa.

Menurutnya, selama melaksanakan haji di tanah suci dirinya merasakan ibadah lebih ikhlas, lebih khusyuk dan merasa lebih dekat kepada Allah.

"Kalau perasaan itu masing-masing ya, tapi kalau disana rasanya lebih ikhlas, lebih khusuk dan lebih dekat kepada Allah Subhana wa taala," ujarnya, di Asrama Haji Kabupaten Sambas, Jum'at (14/09/2018).

Baca: Penerimaan CPNS 2018, Kayong Utara Sedang Revisi Formasi

Meski mengakui banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi selama menjalankan ibadah haji. Syukri mengaku dirinya dan rombongan bisa melakukannya dengan lancar dan ikhlas.

"Alhamdulillah (Bisa di lewati), meski banyak rintangan tapi kami dapat lalui. Seperti panas yang lebih tinggi, maqabnya (Pemondokan) juga jauh dari Masjidil Haram sehingga harus dua kali naik bus," sambungnya.

Ia menjelaskan, pemondokan jamaah haji Kabupaten Sambas berada kurang lebih lima sampai enam kilometer dari Masjidil Haram. Oleh karenanya dia dan rombongan harus naik bus dua kali untuk menuju Masjidil Haram.

"Kurang lebih lima sampai enam kilometer," jelasnya.

Berdasarkan perjalanan spiritualnya tersebut, H Syukri berpesan kepada para calon jamaah haji di tahun selanjutnya agar betul-betul mempersiapkan diri dengan baik terutama fisik.

Karena selama pelaksanaan ibadah haji, betul-betul memerlukan kekuatan fisik yang luar biasa.

"Untuk jama'ah yang nantinya berangkat haji, fisiknya harus kuat, persiapannya juga. Dan kalau bisa usahakan jangan berhaji di usia lebih tua, karena juga ada perjuangan fisik yang kuat selama ibadah. Dari perjalanannya, tawafnya, wukufnya, lempar jumrohnya itu harus menggunakan fisik yang kuat," paparnya.

Baca: Penerimaan CPNS 2018, Kayong Utara Sedang Revisi Formasi

Sementara itu, Staf Devisi Haji Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas Rabudin mengatakan, selama pelaksanaan haji tahun ini berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala yang berarti.

"Alhamdulillah, tidak ada kendala-kendala yang berarti dihadapi tahun ini. Memang ada keluhan bus saat berangkat kemarin, tapi sekarang semuanya sudah disiapkan bus-bus yang baik dan nyaman untuk jama'ah," tuturnya.

Untuk diketahui, sebelumnya tadi siang terlebih dahulu dilaksanakan penyambutan Jama'ah Haji Kabupaten Sambas di Masjid Besar At-Taqwa Pemangkat.

Kedatangan rombongan Haji ini pun di sambut lansung oleh Bupati dan unsur Forkopimda lainnya. (One)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved