Liputan Khusus
Memprihatinkan! Sekolah Beralas Tanah dan Dinding Bolong di Pedalaman Kalbar, Ini Kata Bupati Jarot
Maka, langkah pertama yang tepat menurut Jarot adalah perbaikan infrastruktur jalan menuju Desa Sekujam Timbay.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kondisi SDN 15 Semirah Timbay (Kelas Jauh) yang sejak dibangun tahun 1980-an hingga kini belum mendapatkan bantuan menjadi keprihatinan bagi wajah dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sintang.
Lantai yang masih beralaskan tanah kuning, dinding bolong di beberapa bagian.
Serta, terpaksa berhentinya proses belajar-mengajar kala hujan datang, menjadi sedikit gambaran perjuangan anak bangsa di tanah Timbay ketika menimba ilmu.
Baca: Mirisnya Kelas Jauh SDN 15 Semirah Timbay Hingga Tiodardus Bolos Sekolah saat Hujan
Baca: 7 Kata Buat Presiden Jokowi dari Anak SD Polosok Kalbar, Terancam Tak Sekolah
Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa permasalahan utama di Desa Sekujam Timbay, Kecamatan Sepauk, sebenarnya adalah infrastruktur dasar terutama jalan.
Hal ini berdampak ke sektor lain, termasuk pendidikan.
Baca: Aswandi: Seharusnya Tak Adalagi Sekolah yang Tak Layak
"Pertama adalah infrastruktur dasar. Kalau jalan di sana itu bagus kelas jauh itu tidak diperlukan. Karena jalannya aksesnya rusak sehingga anak-anak kita tidak mungkin mampu ke SD induk," ujar Jarot kepada Tribun, Selasa (14/8) siang.
Maka, langkah pertama yang tepat menurut Jarot adalah perbaikan infrastruktur jalan menuju Desa Sekujam Timbay.
Kemudian yang kedua ialah menentukan kelas jauh dijadikan sekolah sendiri atau digabungkan dengan sekolah induk.
Menurut Jarot jika sudah sesuai kebutuhan dan memenuhi syarat, kelas jauh seperti di SDN 15 Semirah Timbay, Desa Sekujam Timbay bisa dipromosikan menjadi SD Negeri sendiri seperti yang telah dilakukan sebelumnya.
"Nanti saya minta Dinas Pendidikan untuk cek ke kelas jauh itu. Apakah masih layak atau tidak. Kalau masih dibutuhkan kelas jauh, kita renovasi. Tapi kalau mau dipromosikan SD tersendiri, kita siapkan untuk pembangunannya," katanya.
Sementara itu, terkait jarak tempuh dari Dusun Timbay ke Kelas Jauh SDN 15 Semirah Timbay yang mencapai 3 kilometer menurutnya masalah utama ialah infrastruktur jalan yang rusak parah dan susah dilalui kendaraan.
Terlebih dari Kelas Jauh ke Sekolah Induk SDN 15 Semirah Timbay yang terletak di Dusun Semirah lebih jauh lagi, sekitar 4 kilometer lagi dengan kondisi jalan yang sama rusak. Sehingga tidak mungkin bergabung dengan sekolah induk
"Jadi kalau infrastruktur dasar bagus, tidak ada masalah. Tapi kalau infrastruktur jalannya masih berlumpur, jadi jauh 3 kilometer ini, apalagi ditambah ke induk 4 kilometer lagi. Nanti kita evaluasi, termasuk soal letak tempat," katanya.
Secara umum, Jarot mengakui tentunya masih ada banyak kondisi kelas jauh yang serupa. Namun ia tidak punya data real.
Hanya saja, dalam beberapa kali kunjungan ke daerah, ia juga melihat kondisi kelas jauh yang memprihatinkan.