Prihatian Kekerasan Seksual Anak, Wakil Ketua DPRD Minta Galakkan Penyuluhan Agama di Ketapang

Wakil Ketua DPRD Ketapang, Jamhuri Amir mengaku prihatin terhadap kasus kekerasan seksual pada anak di Ketapang.

TRIBUNPONTIANAK/SUBANDI
Wakil Ketua DPRD Ketapang, Jamhuri Amir saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Kamis (22/6). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Wakil Ketua DPRD Ketapang, Jamhuri Amir mengaku prihatin terhadap kasus kekerasan seksual pada anak di Ketapang.

Lantaran hingga saat ini kasus tersebut sudah banyak terjadi bahkan tersebar di beberapa wilayah Ketapang.

Sabab itu ia meminta semua pihak khususnya Pemerintah Daerah Ketapang (Pemda) menyikapi serius persoalan tersebut. Serta melakukan langkah-langkah untuk mengatasinya agar kasus serupa tidak pernah terjadi lagi di Ketapang.

Baca: Optik Internasional Sintang Dukung Program JKN KIS Melalui Dana CSR

“Paling tidak tiap tahun kasus-kasus kejahatan seksual terhadap terus menurun hingga akhirnya tidak terjadi lagi di Ketapang,” kata Jamhuri kepada awak media di Ketapang, Kamis (9/8).

Ia mengungkapkan satu di antara cara memberantasnya yakni mengalakkan penyuluhan agama kepada masyarakat. Sehingga masyarakat terbekali pemahaman agama yang bisa mencegah untuk melakukan perbuatan keji tersebut.

“Jadi itu satu di antara yang harus dilakukan, Pemda Ketapang harus menggalakkan penyuluhan agama kepada masyarakat. Sebab kejahatan seksual di Ketapang ini bukan hanya karena adanya kesempatan atau kenakalan remaja dan lainnya,” ucapnya.

“Tapi karena iman atau perbuatan pelakunya yang tidak benar. Misalnya kemaren orangtua kandung merudapaksa anaknya. Kalau tak salah tahun lalu ada bapak merudapaksa anak tirinya dan paman merudapaksa keponakannya,” lanjut Jamhuri.

Baca: Capaian Imunisasi MR di Singkawang Sudah 12,82 Persen, Ini Kata Kabid Dinkes KB Kota Singkawang

“Harusnya semua pelaku itu yang melindungi tapi malah menghancurkan korban. Hal itu terjadi karena perbuatan pelaku jauh dari agama. Sehingga masyarakat kedepannya harus benar-benar diberikan pemahaman agama untuk pedoman hidupnya,” sambungnya.

Ia menambahkan terhadap pelaku harus ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku.

“Terhadap pelaku kita harap kepada penegak hukum menjatuhkan hukumannya paling berat sesuai aturan yang berlaku,” tegas Jamhuri. 

Penulis: Subandi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved