Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar Aksi di Bundaran Digulis Untan

Koordinator aksi, M Agustiar Akbar mengatakan aksi tolak kenaikan harga BBM non subsidi merupakan bentuk kegelisahan mereka

Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Puluhan mahasiswa menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM nonsubsidi di Bundaran Untan, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (4/7/2018) sore. Mereka menuntut agar pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut karena dianggap membebankan rakyat, serta berharap pemerintah dapat menentukan kenaikan harga BBM nonsubsidi dan memaksimalkan produksi minyak mentah agar tidak bergantung impor minyak mentah. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Puluhan mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menggelar aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bundaran Degulis, Rabu (04/07/2018).

Dalam kesempatan tersebut mahasiwa berapi-api menyampaikan dampak dari kenaikan harga BBM. Selain itu mereka juga menyampaikan dan menilai jikalau pemerintah hari ini adalah pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat, karena menaikkan BBM yang berdampak pada hajat hidup orang banyak.

Puluhan mahasiswa menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM nonsubsidi di Bundaran Untan, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (4/7/2018) sore. Mereka menuntut agar pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut karena dianggap membebankan rakyat, serta berharap pemerintah dapat menentukan kenaikan harga BBM nonsubsidi dan memaksimalkan produksi minyak mentah agar tidak bergantung impor minyak mentah. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Puluhan mahasiswa menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM nonsubsidi di Bundaran Untan, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (4/7/2018) sore. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Koordinator aksi M Agustiar Akbar mengatakan aksi tolak kenaikan harga BBM non subsidi di Bundaran Degulis itu adalah merupakan bentuk kegelisahan mereka dan khawatirannya terhadap kenaikan harga BBM tersebut. Karena dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif kepada masyarakat di seluruh tanah air ini.

"Apa sih yang menyebab kami turun? karena memang dari kebijakan itu yang dilakukan oleh Pertamina sendiri, efek domino yang terjadi nantinya ke depan itu akan membuat masyarakat kecil tercekik," ujar Agustiar.

Baca: Silaturahmi Tokoh Masyarakat, Pj Gubernur Imbau Dinginkan Suasana Pilkada Kalbar

Baca: Pastikan Usai Pilkada Aman Terkendali, TNI-Polri Razia Gabungan di Ambawang

Salah satunya adalah kenaikan harga sembako dan transportasi. Lebih jauh Agustiar mengkhawatirkan dengan naiknya BBM itu akan membuat subsidi bisa tidak tepat sasaran.

"Baik itu kenaikan harga sembako, kebutuhan pokok masyarakat bahkan hal-hal yang lain Transportasi. Terlebih lagi ini Pertamax yang naik, bisa saja dampaknya kepada subsidi tidak tepat sasaran," tandasnya.

Salah satu buang menjadi kehawatiran mahasiswa adalah beralihnya pengguna Pertamax, kepada BBM subsidi yang seharusnya untuk masyarakat kelas menengah dan menengah ke bawah.

"Subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat kecil itu tidak tepat sasaran, bisa jadi karena kebijakan yang dibuat Pertamina Itu (BBM Subsidi) dinikmati masyarakat kelas atas yang memiliki kendaraan pribadi, yang menggunakan bahan yang bersubsidi," jelasnya.

Baca: Tiga Rumah di Gg Merak 3 Terbakar, Efendi Tewas Terpanggang

Baca: Kebakaran di Gg Merak 3, Lurah Kaget Ada Warganya Tewas Terpanggang

Baca: Kebakaran di Gg Merak 3, Edi Kamtono Pastikan Ada Bantuan.

Bahkan Agustiar menuturkan buktinya sudah sering terjadi dan banyak sekali yang terjadi di Indonesia. Dari tahun ke tahun subsidi BBM diberikan pemerintah tidak tepat sasaran.

Dan yang terbaru dirasakan oleh masyarakat menurut Agustiar akibat dari kenaikan BBM subsidi adalah meloncat ya harga komoditi bahan pokok, transportasi dan tarif dasar listrik (TDL)

"Kemarin itu yang jenis subsidi saja dampaknya meloncat harga komoditi bahan pokok dan transportasi serta semua serba naik itu kan boleh juga naik daya PLN juga naik bayar," tambahnya.

Agustiar juga mengkritik pemerintah yang menaikkan harga BBM tanpa berkoordinasi dengan DPR RI.

Dalam kesempatan aksi tersebut, peserta aksi sempat membakar ban bekas, namun belum sempat membesar petugas keamanan yang bertugas lansung memadamkannya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved