Edi Junaidi : Jangan Mudah Terpancing Berita Hoaks

Diharapkan juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Penulis: Subandi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Staf Ahli Bupati Ketapang menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Hidayahtul Kamal, Desa Sungai Awan Kanan kemarin 

Sebab atas terselenggaranya Safari Ramadhan di Desa Sungai Awan Kecamatan Muara Pawan, dengan adanya acara safari ramadhan ini dapat mendekatkan pemerintah dengan masyarakat khususnya di Kecamatan Muara Pawan.

“Tidak lama lagi kita akan melaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Saya harap masyarakat untuk dapat tetap kondusif menjaga keamanan dan ketertiban. Serta tidak mempercayai berita HOAX atau berita belum benar,” imbaunya.

Hal tersebut agar semua tatap menjaga persatuan dan Kesatuan jangan mau dipecah belah. Sebelum buka puasa bersama, dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan ust.H.Jema’ie Makmur Ketua Pondok Pesantren Ar-Rahman. 

Menyambung apa yang disampaikan Staf Ahli BUpati Ketapang, ia mengupas tentang makna yang tersirat di  pada ayat 1-7 di surah Al-Ma’un. Sambil membacakan surat al Quran yang berbunyi : Aro-aital ladzii yukaddzibu biddiin,

fadzaalikal ladzii yadu”ulyatiim, walaa yahuddhu ‘alaa tho’aamil miskiin, fawailul lil musholliin, alladziina hum ‘an sholaatihim saahuun, alladziina hum yuroo-uun, wayamna’uunal ma’uun.

Artinya:  Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama, Maka itulah orang yang menghardik anak yatim. Maka celakalah orang yang salat dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.  (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya dan enggan (memberikan) bantuan.

Karena itu, Ust.Jema’ie makmur menyebutkan makna surah ini adalah ada beberapa ciri pendusta agama. Satu persatu ciri itu tersebut dikupasnya secara sederhana dan mudah difahami.

Karena itulah, dalam momentum bulan Ramadhan ini, kita diingatkan  untuk mempervbanyak ibadah, sehingga tidak dianggap sebagai pendusta agama. Baik dengan  tidak menghardik anak yakim, memberikan kepedulian kepada mereka dan memberi makan orang miskin.

Memberikan barang yang berguna dan bertidak berbuat riya atas kebaikan. Karena dari shadaqah yang kita berikan, diganjar dengan kebaikan dari Allah. Imbalan atau ganjaran kebaikan itu pun dikupas mendalam oleh ust. H.Jema’ie makmur.

Dimana, pahala yang cukup besar adalah membantu perjuangan fisabilillah, misalnya membangun Masjid dan lain-lain. Tausiyah singkat berakhir, menjelang puasa bersama, dan ditutup dengan doa, selanjutnya buka puasa dan sholat magrib berjemaah. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved