Edi Junaidi : Jangan Mudah Terpancing Berita Hoaks

Diharapkan juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Penulis: Subandi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Staf Ahli Bupati Ketapang menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Hidayahtul Kamal, Desa Sungai Awan Kanan kemarin 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Bulan suci Ramadan yang penuh dengan keberkahan dan pintu pengampunan, diingatkan Bupati Ketapang melalui Staf Ahlinya, Edi Junaidi untuk tidak disia-siakan. Selain memperbanyak amal ibadah juga untuk memakmurkan masjid.

Jangan sampai  masjid yang dibangun dengan pengorbanan yang besar dibiarkan kosong.

“Bagaikan jasad yang tidak memiliki roh,” kata Edi Junaidi melalui rilis Peliputan Humas dan Protokol Setda Ketapang, Andi Candra kepada Tribun di Ketapang, Kamis (7/6/2018).

Baca: Gelar Buka Bersama dengan Mahasiswa Ketapang, Ini Pesan Rubaeti Erlita

Baca: Nenek Cicih Kembali Dilaporkan ke Polisi Oleh Empat Anaknya Soal Warisan, 5 Fakta Ini Bikin Sedih!

Sebab itu ia mengimbau ramaikan masjid dengan terawih dan membaca Alquran. Kemudian agar bersama-sama menjaga dan memelihara lingkungan dari segala kemaksiatan. Misalnya perjudian, prostitusi, peredaran narkoba dan tindakan kriminal lainnya.

Baca: Terima THR, ASN di Kota Singkawang Ini Bakal Gunakan Untuk Keperluan Hari Raya

Baca: Warga Bersyukur Dapat Paket Sembako Murah Dari PT Pelindo II Pontianak

Diharapkan juga para tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting  dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Dimana, Ketapang merupakan salah satu wilayah yang cukup luas berbagai suku, ras, agama dan segala macam budaya.  

Perbedaan dan keberagaman ini merupakan sebuah keniscayaan dan kehendak Allah SWT. Hal ini merupakan sebuah keunikan yang mempererat tali silaturahmi kekeluargaan. Kondisi ini menjadi bagian dalam memperkokoh kesatuan bangsa dan membangun Ketapang.

Dalam waktu yang tidak lama lagi, digelarnya Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, maka diimbau mengimbau supaya  seluruh komponen masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban.

Ia juga berharap dalam pesta demokrasi nanti, akan berjalan aman dan lancar. “Jangan Golput, tetap jaga kebersamaan dan ketertiban, pilihan boleh berbeda, tetapi keharmonisan harus tetap utama,” ucap Edi Junaidi.

Selain itu, ditekankan juga untuk bersama-sama menjaga  Kabupaten Ketapang yang aman dan kondusif. Karena itu, jangan mudah terpancing atau terprovokasi dengan berita yang  hoak.

Apalagi yang dikaitkan dengan agama sehingga dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Karena itu, staf ahli Bupati sangat mensayangkan ada beberapa insiden, termasuk juga kejadian Bom di Surabaya beberapa waktu lalu.  

Disebutkannya juga, dengan adanya Safari Ramadhan yang diagendakan setiap tahun oleh  pemerintah Kabupaten Ketapang, tujuannya adalah silaturahmi mendekatkan diri kepada masyarakat.

Sehingga sekecil apa pun program apa yang dilakukan pemerintah diketahui oleh masyarakat. Usai menyampaikan sambutan Bupati selanjutnya Edi Junaidi menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Hidayahtul Kamal didampingi Kabag Kesra dan Camat Muara Pawan.

Harapan dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar berjalan aman dan lancar, sebelumnya juga disampaikan Camat Muara Pawan, Meiser mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Ketapang.

Sebab atas terselenggaranya Safari Ramadhan di Desa Sungai Awan Kecamatan Muara Pawan, dengan adanya acara safari ramadhan ini dapat mendekatkan pemerintah dengan masyarakat khususnya di Kecamatan Muara Pawan.

“Tidak lama lagi kita akan melaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Saya harap masyarakat untuk dapat tetap kondusif menjaga keamanan dan ketertiban. Serta tidak mempercayai berita HOAX atau berita belum benar,” imbaunya.

Hal tersebut agar semua tatap menjaga persatuan dan Kesatuan jangan mau dipecah belah. Sebelum buka puasa bersama, dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan ust.H.Jema’ie Makmur Ketua Pondok Pesantren Ar-Rahman. 

Menyambung apa yang disampaikan Staf Ahli BUpati Ketapang, ia mengupas tentang makna yang tersirat di  pada ayat 1-7 di surah Al-Ma’un. Sambil membacakan surat al Quran yang berbunyi : Aro-aital ladzii yukaddzibu biddiin,

fadzaalikal ladzii yadu”ulyatiim, walaa yahuddhu ‘alaa tho’aamil miskiin, fawailul lil musholliin, alladziina hum ‘an sholaatihim saahuun, alladziina hum yuroo-uun, wayamna’uunal ma’uun.

Artinya:  Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama, Maka itulah orang yang menghardik anak yatim. Maka celakalah orang yang salat dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.  (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya dan enggan (memberikan) bantuan.

Karena itu, Ust.Jema’ie makmur menyebutkan makna surah ini adalah ada beberapa ciri pendusta agama. Satu persatu ciri itu tersebut dikupasnya secara sederhana dan mudah difahami.

Karena itulah, dalam momentum bulan Ramadhan ini, kita diingatkan  untuk mempervbanyak ibadah, sehingga tidak dianggap sebagai pendusta agama. Baik dengan  tidak menghardik anak yakim, memberikan kepedulian kepada mereka dan memberi makan orang miskin.

Memberikan barang yang berguna dan bertidak berbuat riya atas kebaikan. Karena dari shadaqah yang kita berikan, diganjar dengan kebaikan dari Allah. Imbalan atau ganjaran kebaikan itu pun dikupas mendalam oleh ust. H.Jema’ie makmur.

Dimana, pahala yang cukup besar adalah membantu perjuangan fisabilillah, misalnya membangun Masjid dan lain-lain. Tausiyah singkat berakhir, menjelang puasa bersama, dan ditutup dengan doa, selanjutnya buka puasa dan sholat magrib berjemaah. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved