Terdakwa Suhadi Siap Ungkap Aliran Dana, Sidang Tikor Alkes RSUD Kota

Ia akan bicara gamblang terkait siapa-siapa saja orang yang menikmati aliran dana proyek pengadaan alkes dengan pagu anggaran Rp 35 miliar ini.

Terdakwa Suhadi Siap Ungkap Aliran Dana, Sidang Tikor Alkes RSUD Kota
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Satu diantara terdakwa perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012, Suhadi (kemeja putih tanpa kacamata) menyaksikan jalannya sidang kesebelas beragenda pemeriksaan saksi meringankan yang dihadirkan oleh penasehat hukum di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (2/5/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Prabowo

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Suhadi, satu di antara terdakwa tipikor alkes RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012 siap buka-bukaan terkait aliran dana proyek yang diduga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 13.419.616.000, berdasarkan audit BPK RI.

Ia akan bicara gamblang terkait siapa-siapa saja orang yang menikmati aliran dana proyek pengadaan alkes dengan pagu anggaran Rp 35 miliar ini saat sidang keduabelas beragenda pemeriksaan terdakwa pada Selasa (8/5) mendatang.

"Pada sidang selanjutnya, kita akan buka secara gamblang," ungkapnya usai sidang kesebelas Tipikor Alkes RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012, Rabu (2/5/2018).

Baca: Sidang Kesebelas Tipikor Alkes RSUD Kota, Hakim Cecar Saksi Meringankan

Suhadi mengatakan, ia dan dua terdakwa lainnya tidak ingin hanya menjadi tumbal dari oknum-oknum yang ternyata juga menikmati aliran dana korupsi proyek ini.

"Karena korupsi ini kan tidak sendiri. Korupsi ini kan ada pihak-pihak lain yang menikmati. Kenapa sampai sekarang yang menikmati belum ada kejelasannya," terangnya.

Baca: Tumpas PETI Kalbar, Kadis SDM: Kapolda Layak Dapat Kalpataru

Ia kembali membantah jika keterlibatannya dalam proyek ini tanpa ada bantuan oknum-oknum tertentu dalam memuluskan dugaan tipikor. Bahkan, ia mengibaratkan peribahasa tidak ada asap kalau tidak ada api.

Baca: Kadar Merkuri Lebihi Batas, Diskes Temukan Sudah Masuk ke Kuku Manusia

"Sebenarnya gak mungkin saya turun ke sini (Pontianak_red) kalau tanpa ada orang-orang yang berkompeten dan membantu transaksi ini. Itu yang selama ini belum ditelusuri oleh aparat kepolisian," tandasnya.

Baca: Operasi PETI Kapuas 2018, 230 Penambang Jadi Tersangka

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved