Destinasi Wisata Kayong Utara Perlu Perhatian Khusus Pemerintah

Ya minimal orang kalau ke lokasi wisata kan beli air mineral, belum lagi kalau orang mau makan

Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Adelbertus Cahyono
Seorang anak bermain sepeda di Pantai Pulau Datok, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (31/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Anggota Komisi 3 DPRD Kayong Utara, Riduansah meyakini, jika potensi wisata yang ada di Kayong Utara dimanfaatkan secara maksimal pasti akan mendatangkan keuntungan di sektor ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, potensi-potensi wisata yang ada di Kayong Utara, seperti Pantai Pulau Datok, Kepulauan Karimata, dan beberapa objek wisata lainnya masih memerlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah setempat.

(Baca: Paskah, Romo Is Ajak Umat Kembalikan Keutuhan Alam )

Kekayaan-kekayaan alam yang dimiliki Kayong Utara apabila terkelola dengan baik, pasti akan menarik lebih banyak pengunjung.

Dengan demikian, masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi wisata juga dapat meraup keuntungan dengan cara membuka usaha berupa warung makan dan minum atau menyewakan kano dan sebagainya kepada para pengunjung.

Paling tidak, hal itu juga berimbas bagi peningkatan perekonomian warga.

"Ya minimal orang kalau ke lokasi wisata kan beli air mineral, belum lagi kalau orang mau makan," katanya, Minggu (1/4/2018).

"Kalau sekarang kan kita sering mengajak orang-orang ke Kayong Utara, tapi kita tidak menyuguhkan apa-apa, mana orang mau," sambungnya.

Dia menilai, Sail Karimata, event berskala nasional yang pernah digelar di Kepulauan Karimata pada 2016 silam juga terkesan tak memberikan kontribusi sedikit pun bagi perkembangan wisata daerah.

Seharusnya, event itu juga disusul oleh adanya peningkatan di sektor wisata setiap tahunnya, meski secara bertahap.

(Baca: Mantan Bupati Henrikus Ajak Masyarakat Jangan Malu Bertani )

Oleh sebab itu, dia sangat menyayangkan, Kabupaten Kayong Utara yang sejatinya memiliki segudang kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata justru tak memberikan kontribusi berarti bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Paling tidak setiap tahun harus ada peningkatan di sektor wisata, walaupun secara perlahan, bukan malah stagnan seperti sekarang ini," imbuhnya.

Dia berpendapat, ilmu-ilmu yang diperoleh secara cuma-cuma oleh para pejabat pemerintah daerah melalui perjalanan dinas ke daerah lain sebetulnya juga bisa diterapkan di Kayong Utara.

Sehingga, anggaran perjalanan dinas pun tidak terbuang sia-sia.

"Waktu pulang lagi ke Kayong Utara ilmu-ilmu itu jangan hanya dikocek, ide-ide kreatif dari luar, dari objek wisata daerah lain sebetulnya juga bisa diterapkan disini," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved