Mantan Bupati Henrikus Ajak Masyarakat Jangan Malu Bertani
Saya terus bertekad tetap menanam dengan terus mengevaluasi dan memperbaiki kelemahan dan kendala yang ada
Penulis: Subandi | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Setelah tidak menjadi Bupati Ketapang, keseharian Drs Henrikus banyak dihabiskanya mengelola sawah miliknya di Desa Sukamaju Kecamatan Muara Pawan. Benih padi yang ditanamnya merk Impari 32 di lahan seluas lebih kurang 6 Hektar.
“Motto saya, Kita Boleh Tidur, Tetapi Lahan Jangan Tidur,” kata Henrikus di Ketapang Minggu, (1/4) seraya mengungkapkan bahwa penghasilan panen padinya saat ini masih rendah hanyaa sekitar 5 hingga 6 ton per hektar.
Ia menjelaskan kendala yang dihadapinya yakni pada musim tanam kali ini banyaknya padi hampa diakibatkan ulat di dalam batang padi.
(Baca: Seorang Pria Ngeluh Sakit Perut dan Gatal di Tubuh, Setelah di Scan Hasilnya Mengerikan )
“Saya terus bertekad tetap menanam dengan terus mengevaluasi dan memperbaiki kelemahan dan kendala yang ada,” ucapnya.
Menurutnya pengolahan lahan miliknya ini melibatkan atau memberdayakan warga sekitar untuk membuka lapangan perkerjaan. “Selain mereka bisa mendapatkan penghasilan tentu bisa juga sambil belajar berani secara benar dan baik,” tuturnya.
Ia mengungkapkan semasa menjadi Bupati ia pernah bercita-cita juga menjadi petani berdasi. Artinya ia juga akan selalu mengajak masyarakat jangan malu menjadi petani dengan memberikan contoh secara langsung.
(Baca: HUT Himpu Pontianak ke-2, Harap Pelaku UMKM Naik Kelas )
“Makanya saat sudah tidak menjabat Bupati lagi saya harus tetap konsisten bertani. Karena dulunya saya selalu mengajak masyarakat untuk tidak malu bertani. Makanya saya buktikan sekarang saya tidak malu untuk bertani bersama mereka,” ujarnya.
Ditegaskannya sebenarnya jika bertani secara benar dan baik pasti bisa mensejahterakan kehidupan. Terlebih Pemerintah bisa memberikan bantuan benih unggul dan alat pertanian semi moderen apalagi yang mderen.
“Sebab bantuan itu dapat meningkatkan produktifitas hasil pertanian yang pada akhirnya dapat mensejahterakan petani itu sendiri. Tapi tentu semua pekerjaan termasuk bertani harus secara benar dan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Ia menegaskan semua harus mengantisipasi hal tak diinginkan khususnya rawan pangan dan lain sebagainya. Sebab persoalan pangan merupakan hal utama karena menyangkut urusan keberlangsungan hidup yaitu makan.
“Jadi meski saya bukan Bupati lagi. Tapi soal bertani dan berkebun ini tetap akan selalu saya gaungkan demi menghijndari rawan pangan. Semoga petanian di Ketapang kedepan semakin maju dan masyarakat sejahera,” harapnya.