3 Kematian di April Mop, Niat Bercanda Malah Berakibat Fatal

Hari ini dijadikan hari dimana banyak yang berbohong dan jail dengan dalih April Mop.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Tri Pandito Wibowo
net
April Mop 

 Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tanggal 1 April diperingati sebagai April fools atau April Mop.

Hari ini dijadikan hari dimana banyak yang berbohong dan jail dengan dalih April Mop.

Tapi tau nggak sih kalau April Mop ini pernah berakibat fatal sampe ke kematian.

Kok ngeri ya.

Baca: Gelar Pertemuan dengan Relawan di Sekadau, Milton Komit Bangun Sawit Swadaya

1. Tsunami

Tsunami April Fools
Tsunami April Fools (Net)

Pada tahun 1946, sebuah peringatan  Tsunami datang bertepatan dengan April Mop.

Akibatnya banyak orang yang mengira bahwa hal tersebut hanya sebuah hoax.

Hingga akhirnya Amerika Serikat mengabarkan lagi peringatan tsunami tersebut.

Yang terjadi malah ratusan orang harus meninggal dunia akibat bencana tsunami.

Kebanyakan korban tersebut adalah orang-orang yang menganggap bahwa peringatan dari pemerintah hanyalah sebuah lelucon april fools.

Akhirnya peristiwa ini dikenal dengan nama “Tsunami April Mop”.

Waduh, nggak gitu juga kali ya.

Baca: Kepala KPP Pratama Singkawang Minta Pengusaha Online Lapor Omset  

2. Meninggal di April Mop

Meninggal April Mop
Meninggal April Mop (Net)

Berbarengan dengan peristiwa April Mop, ada beberapa tokoh yang meninggal di tanggal tersebut.

Raja George II dari Yunani, aktor Leslie Cheung dan vokalis musik rock gothic Rozz William.

Awalnya orang-orang hanya tertawa-tawa mendengar kabar tragis itu lantaran dikira bercanda karena pas dengan momen April Fools.

Tapi ternyata peristiwa ini benar terjadi.

Serba salah juga ya jadinya, yang bener dikira April Mop.

Baca: Jaringan 4G Bakal Dibangun di Bulan, Ternyata Ini Fungsinya

3. Mencampur Bahan Kimia

Lin Sen Hao (kiri) seorang mahasiswa sekolah medis dari Shanghai Fudan University melakukan sebuah
Lin Sen Hao (kiri) seorang mahasiswa sekolah medis dari Shanghai Fudan University melakukan sebuah "prank" yang ditujukan kepada Huang Yang (kanan) (instagram)

Lin Sen Hao, seorang mahasiswa sekolah medis dari Shanghai Fudan University melakukan sebuah "prank" yang ditujukan kepada Huang Yang, teman sekamarnya.

Lin mencampurkan zat kimia pada dispenser yang berada di asramanya untuk membuat Huang merasa sakit perut dan mengalami serangan diare sebagai "prank" di hari April Mop (1 April 2013).

Akan tetapi efek dari campuran tersebut membuat Huang keracunan dan dibawa ke rumah sakit dan meninggal 16 hari kemudian. 

Akibat insiden ini, Lin dibawa ke pengadilan atas tuduhan pembunuhan.

Penyeledikan dilakukan lebih lanjut dan terdapat bukti yang menjelaskan bahwa insiden ini merupakan pembunuhan terencana, yaitu dosis zat kimia yang dicampurkan pada dispenser mengandung 10x lipat dosis fatal untuk manusia.

Karena insiden ini Lin dieksekusi mati pada tanggal 11 desember 2015.

Yuk! Like Fanpage Tribun Pontianak Interaktif Berikut Ini:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved