Eka Bantah Terima Uang Dari Terdakwa Kasus Korupsi Alkes RSUD SSMA Tahun 2012

Ia juga membantah telah menerima aliran dana senilai Rp 4,2 Miliar dari proyek ini seperti yang disangkakan penyidik kepolisian.

Eka Bantah Terima Uang Dari Terdakwa Kasus Korupsi Alkes RSUD SSMA Tahun 2012
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Eka Kurniawan bergegas meninggalkan ruang sidang usai memberikan keterangan saat sidang keenam perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) ā€ˇPengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (Alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun Anggaran 2012 di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (27/3/2018) siang 

Laporan Wartawan Tribun pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak sekaligus saksi pertama, Eka Kurniawan membantah telah terima uang dari Terdakwa Suhadi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) ‎Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (Alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun Anggaran 2012.

“Saya tidak pernah menerima apapun dari Pak Suhadi. Saya tidak ada terima uang dari Pak Suhadi,” ungkapnya saat sidang keenam di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (27/3/2018) siang.

Baca: Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Berikan Kesaksian Sidang Alkes, Ini Kesaksiannya

Kendati demikian, ia mengakui pernah menerima uang Rp 40 juta dari Rian dan Sarpani.

Uang itu disisihkan dari hasil keuntungan dari pekerjaan pengangkutan dan pengawalan distribusi alkes.

“Sebagai teman kecil saya, Sarpani bilang boleh lah berbagi rezeki ke kawan. Jadi itu murni pemberian tanpa ada transaksi apapun, karena saya tidak meminta. Itu diberikan secara tunai. Mereka berdua yang menyerahkan. Uang itu saya terima pasca proyek pengadaan ini. Jumlahnya ganjil, Rp 40 juta lebih, ndak sampai Rp 50 juta,” jelasnya.

Baca: Penasehat Hukum Usut Aliran Dana Perkara Tipikor Pengadaan Alkes RSUD SSMA

Ia juga membantah telah menerima aliran dana senilai Rp 4,2 Miliar dari proyek ini seperti yang disangkakan penyidik kepolisian.

Ia menyangkal dugaan uang itu diterima secara tunai oleh dirinya dari terdakwa Suhadi di Basement Bank BCA Jalan Ahmad Yani Pontianak.

“Saya tidak ada terima uang sebesar itu. Itu tidak ada sama sekali. Saya tidak pernah terima uang dari Suhadi,” tegasnya.

Saat ditanya Penasehat Hukum terkait hasil BAP Walikota saat itu, yang mengatakan pernah bertemu dengan dua orang bersama dengan Eka. Satu diantara dari dua orang itu merupakan anggota DPR RI yang bisa menjanjikan meloloskan bantuan pengadaan Alkes ini. Eka menegaskan bahwa dua orang itu bukan Suhadi dan Nabil.

“Saya kan sudah bilang tadi bahwa ketika Suhadi dan Nabil ingin bertemu Walikota saat itu, saya menyetopnya. Jadi tidak ada pertemuan. Kan bisa saja yang ada dalam BAP itu adalah orang lain. Karena saat itu, saya memang sering bolak-balik ketemu Walikota. Banyak juga orang yang kadang bersama saya,” tukasnya. (Pra).

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved