Pilkada Kalbar
Kemenag Wujudkan Pilkada Santun, Ini Upaya yang Dilakukan
Dimana misi Kementrian Agama diakuinya selalu mengedepankan trilogi kerukunan antar umat beragama, memberikan kehidupan beragama yang merata.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribunpontianak : Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Plr Kabag Tata Usaha (TU) Kawkanwil Kemenag Provinsi Kalbar, H Mi'raj mengatakan visi dari Kementrian Agama diantaranya mewujudkan masyarakat Kalbar yang berintegritas dan Nasionalis.
Dimana misi Kementrian Agama diakuinya selalu mengedepankan trilogi kerukunan antar umat beragama, memberikan kehidupan beragama yang merata.
Ia juga ikut mendukung pernyataan sikap Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muhammadiyah Kalbar pada Focus Group Discussion (FGD) beberapa waktu lalu.
"Usaha Konkrit Kanwil Kemenag Provinsi Kalbar dalam menciptakan Pilkada santun antara lain, melakukan silaturahmi antar agama, meningkatkan multikultural bagi guru Agama. Kemudian meningkatkan Multikultural bagi penyuluh agama, pembentukan kerukunan umat agama, bantuan operasional terhadap forum kerukunan umat beragama Provinsi dan Kabupaten/Kota Se- Kalbar serta sebagai inisiator deklarasi damai Tokoh Agama dalam Pemilukada di Kalbar tahun 2018," ujarnya, Selasa (13/3/2018).
Baca: Jelang Pilkada 2018, Ini Pernyataan Sikap Muhammadiyah Kalbar
Selain itu, berperan dalam menyelenggarakan FGD Pemilukada Kalbar damai No Hoax No Issue Sara tahun 2018.
"Yang mana sudah tersebar berita-berita hoax yang menjadi Potensi kerawanan Pilkada tahun 2018 di Provinsi Kalbar," tambahnya.
Menurutnya penduduk kalbar merupakan masyarakat majemuk dan Agama merupakan hak dari setiap orang untuk memilih Agama yang mereka percayai.
Sehingga berpotensi menimbulkan konflik apabila Agama digunakan oleh oknum tertentu demi kepentingan politik yang akan berujung pada konflik SARA.
Baca: Banyak Yang Tak Tahu, Ternyata 6 Makanan Lezat Ini Bisa Sebabkan Kematian, Awas!
"Hasil penelitian bahwa pemicu konflik adalah Faktor Agama dan Faktor Ekonomi. Terlebih Kalbar merupakan peringkat pertama kerawanan Pilkada, sehingga keamanan Pilkada menjadi tanggung jawab kita bersama," katanya.
Diakuinya pula pendirian rumah ibadah dapat menjadi potensi konflik, karena untuk mendirikan rumah ibadah masih terkendala dengan harus memenuhi beberapa kriteria untuk bisa mendirikan rumah ibadah.
Ia juga menilai penodaan Agama, yang mana di media sosial sudah tersebar penghinaan Tuhan dan Agama, dan hal tersebut sebagian besar dilakukan oleh kalangan muda.
"FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) sebagai wadah peningkatan kerukunan umat beragama, yang mana forum tersebut memberikan dampak yang positif demi menjaga stabilitas keamanan," tuturnya