Menhub Sebut 70 Persen Generasi Muda Belum Nikmati Pendidikan Tinggi

Oleh sebab itu, Budi yang juga Menteri Perhubungan ini menilai, tak ada salahnya apabila KAGAMA Kalbar membuat sekolah vokasi.

Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Agus Pujianto
TRIBUN PONTIANAK
Ketua Umum Harian KAGAMA Pusat, Budi Karya Sumadi (kiri) bersama Ketua KAGAMA Kalbar, Tamrin Usman (kanan) usai Temu Kangen dan Pelantikan Pengurus KAGAMA Kalbar di Hotel Mercure, Pontianak, Kamis (22/2/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak.co.id, Adelbertus Cahyono
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum Harian Keluarga Alumni Universitas Gajahmada (KAGAMA) Pusat, Budi Karya Sumadi, mengatakan rata-rata generasi muda Indonesia yang berkesempatan mendapatkan pendidikan tinggi hanya berkisar 30 persen.

"Berarti ke mana yang 70 persen itu? Kalau mereka hanya selesai dengan SMA, tidak ada suatu bekal bagi mereka untuk bertempur mengarungi hidup ini," kata Budi Karya usai melantik pengurus KAGAMA Kalbar di Hotel Mercure, Pontianak, Kamis (22/2/2018) malam.

Baca: Kecelakaan Bus Putussibau-Badau Renggut Dua Nyawa, Ini Nama-nama Korban

Oleh sebab itu, Budi yang juga Menteri Perhubungan ini menilai, tak ada salahnya apabila KAGAMA Kalbar membuat sekolah vokasi.

Karena sekolah vokasi adalah ruang usaha sekaligus bentuk pengabdian KAGAMA untuk Indonesia agar para generasi muda bisa mendapatkan pendidikan yang baik.

"Sekolah vokasi itu mendidik banyak orang, menjadi kawah bagi orang-orang yang tangguh di lapangan, tetapi bagi KAGAMA menjadi tempat bertemu yang produktif," jelasnya.

Di samping itu, dia juga berpesan kepada Ketua KAGAMA Kalbar, Tamrin Usman untuk selalu memberikan dukungan terhadap Pemerintah Daerah maupun Pusat.

Menurutnya, pemerintah sangat membutuhkan insan-insan yang cerdas dan memiliki hati.

Baca: Menhub Budi Karya Sumadi Hadiri Temu Kangen dan Pelantikan Pengurus KAGAMA Kalbar

Menteri Perhubungan Republik Indonesia itu menambahkan, KAGAMA juga harus selalu tanggap dan mau memberikan bimbingan terhadap berbagai kegiatan perekonomian rakyat.

Termasuk juga kegiatan-kegiatan yang dilakoni oleh generasi milenial.

"Karena pemerintah tidak mungkin menjalankan roda pemerintahan secara lebih baik tanpa dukungan masyarakat yang secara individual mendapatkan pekerjaan dan memberikan kontribusi kepada negara," paparnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved