Kontroversi Kartu Kuning! Pernyataan Menohok Zaadit Taqwa Menjawab Moeldoko dan Adian
Seolah tak berhenti membuat kontroversi, Zaadit Taqwa kembali jadi perbincangan beberapa waktu kemudian.
Prestasi Jokowi soal reformasi agraria yang terlaksana dalam waktu cepat juga tak luput dari penjelasan Moeldoko.
"Kurang apa lagi?" ujarnya.
Moeldoko sengaja menjelaskan capaian Jokowi dalam rangka memberikan informasi yang penuh kepada masyarakat.
"Ada satu yang kurang dalam pemerintahan kita ini adalah memberikan informasi yang penuh kepada masyarakat Indonesia, kalau nanti saya berikan informasi yang penuh, mungkin semuanya akan salut kepada Pak Presiden," ujarnya.
Penjelasan Moeldoko lantas mendapat tanggapan menohok dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Zaadit Taqwa.
Menurut Zaadit, capaian Jokowi selama menjabat, khususnya soal pembangunan jalan tol dirasa tidak tepat sasaran.
"Selama kepemimpinan Pak Presiden, sudah membangun beribu-ribu kilometer jalan tol yang kemudian hanya bisa digunakan untuk orang-orang yang menggunakan mobil. Kemudian fasilitas-fasilitas yang hanya dinikmati segelintir orang," ujar Zaadit Taqwa.
Zaadit Taqwa menjelaskan, alangkah lebih baiknya jika Jokowi mendahulukan mengurusi permasalahan fasilitas yang ada di Papua.
"Sementara teman-teman kita di Papua yang membutuhkan fasilitas-fasilitas umum yang ternyata di sana masih jauh dari yang disampaikan Pak Moeldoko," ujar Ketua BEM UI yang acungkan 'kartu kuning' untuk Jokowi itu.
"Saya lebih berharap, saya mendorong pemerintah untuk kemudian lebih aktif dan lebih optimal lagi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Papua," ujar Zaadit Taqwa. (*)