Doddy Riyadmadji Mengaku Tidak Tahan dengan Dua Godaan Ini Saat Jadi Pj Gubernur Kalbar
Kedua "godaan" ini dinilainya menjadi ciri khas Kota Pontianak. Setiap orang yang berkunjung pastinya selalu ingat Kota Pontianak.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Doddy Riyadmadji mengakui tidak tahan dua "godaan" ketika mengemban tugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat.
Kedua "godaan" ini dinilainya menjadi ciri khas Kota Pontianak. Setiap orang yang berkunjung pastinya selalu ingat Kota Pontianak. Dua godaan itu adalah kopi dan durian.
Baca: PJ Gubernur Sampaikan, Bantuan Anggaran Pembangunan Infrastruktur Sesuai Kemampuan
"Godaan terbesar di Kalbar adalah duren dan kopi. Kopinya enak minta ampun. Durennya itu manisnya beda lho dengan tempat lain," ungkapnya di Pendopo Gubernur Kalbar belum lama ini.
Doddy berujar bahkan karena tidak bisa menolak dua "godaan" itu, ia harus bertahan menguatkan kakinya. Kendati diakui, ketika makan durian terlalu banyak membuat kakinya berat.
"Saya mencoba menguatkan kaki saya. Sebenarnya, kalau kebanyakan durian kaki saya sakit. Apalagi saya mau turun ke kabupaten dan kota yang ada di Kalbar nih," kelakarnya.
Baca: Dinas PU Kapuas Hulu, Selesaikan 100 Persen Seluruh Jalan Kecamatan
Mantan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri ini menerangkan dirinya saat ini memang tengah mengenal dan mempelajari situasi kondisi seluruh Kalbar.
Ia juga rajin "turun gunung" untuk bersilaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh budaya dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi maupun Kabupaten/Kota.
"Sesuai Nawacita Presiden RI, harus rajin turun ke daerah-daerah biar tahu, kemudian saya sampaikan kondisi riilnya kepada pemerintah pusat," katanya.
Sepekan bertugas di Kalbar, Doddy mengakui betah dan merasa nyaman. Pontianak bukanlah tempat asing baginya karena dahulu pernah bertugas sementara waktu sebagai peneliti pada tahun 1989 silam.
Ia percaya ungkapan jika minum air sungai Kapuas maka akan kembali lagi ke Kota Pontianak.
Baca: Pemkab Sekadau Gelar Rapat Koordinasi LPPD dan LKPJ, Sejumlah Tim Terlibat
"Ini terbukti saat ini, saya kembali lagi ke Pontianak sebagai Pj Gubernur," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pj-gubernur-kalbar_20180123_194139.jpg)