5 Fakta Tentang Mi Instan, Setelah Tahu Masih Mau Mengonsumsinya?
Faktanya, agar mi instan umur bisa disimpan lebih lama, akan melalui beberapa proses yang tidak kita ketahui.
Mi Menyebabkan Sindrom Metabolik
Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa perempuan yang makan mi instan dua kali seminggu atau lebih memiliki risiko lebih tinggi terkena sindrom metabolik dibandingkan perempuan yang makan kurang dari dua kali dalam seminggu, atau sama sekali tidak makan mi.
Sindrom metabolik adalah istilah kedokteran untuk menggambarkan kombinasi dari sejumlah kondisi dalam tubuh seseorang, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), hiperkolesterolemia ( kadar kolesterol tinggi), dan obesitas yang dialami secara bersamaan.
Mi Terdiri dari Maida
Mi dibuat dari maida yang merupakan versi penggilingan dari terigu, halus, dan dikelantang.
Maida sangat buruk bagi kesehatan kita karena sangat diproses untuk membuatnya kaya akan rasa, tapi tidak memiliki nutrisi.
Kurangnya Penyerapan Gizi
Anak-anak yang mengonsumsi mi instan sering kali tidak memiliki kemampuan menyerap nutrisi dari makanan bernutrisi lainnya.
Setelah mengonsumsi mi, tubuh anak akan kesulitan dalam menyerap nutrisi dari makanan yang tepat.
Bisa Menyebabkan Keguguran
Meski perempuan hamil seharusnya tidak memakan makanan seperti mi instan, tetapi jika kita terobsesi dan sering memakan mi instan, sebaiknya kita harus segera menghentikannya.
Sebab, jika kita suka makan mi instan, kita bisa saja mengalami keguguran saat hamil.
Hal ini dikarenakan mi akan mempengaruhi janin.
Nah, jika sudah tahu tentang bahaya makan mi di atas, apakah kita masih akan makan mi instan setelah ini?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kedai-intomie_20170811_102640.jpg)