5 Fakta Tentang Mi Instan, Setelah Tahu Masih Mau Mengonsumsinya?
Faktanya, agar mi instan umur bisa disimpan lebih lama, akan melalui beberapa proses yang tidak kita ketahui.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Siapa dari kita yang tidak pernah memakan mi?
Atau, apakah kita sering memberikan mi sebagai makanan utama si kecil?
Mi adalah makanan favorit bagi semua kelompok usia, terutama anak muda.
Entah dimakan sebagai makanan ringan atau pun makanan yang bisa mengganjal rasa lapar yang kita rasakan di malam hari, mi pasti menjadi pilihan pertama.
Baca: Mbah Mijan Beberkan Kemesraan Raffi-Nagita Hanya Sandiwara, Tahun 2018 Puncak Prahara
Terlebih lagi jika mi yang kita makan merupakan mi instan.
Faktanya, agar mi instan umur bisa disimpan lebih lama, akan melalui beberapa proses yang tidak kita ketahui.
Mi sendiri mengandung kadar lemak tinggi, kalori dan sodium yang dicampur dengan rasa, bahan pengawet, adiktif, dan perasa buatan.
Baca: Risih dengar Grup yang Berisik, Begini Cara Keluar dari Grup Whatsapp Tanpa Tinggalkan Jejak
Meskipun harganya murah dan mudah disiapkan, mi memiliki efek buruk pada kesehatan kita.
Dilansir NOVA.id dari BoldSky, berikut adalah 5 alasan yang perlu kita ketahui tentang mengapa mi tidak baik untuk kesehatan.
Rendah Serat dan Protein
Mi adalah makanan olahan yang menyebabkan penambahan berat badan.
Mereka juga rendah serat dan protein, hal inilah yang membuat mi tidak dijadikan pilihan terbaik untuk menurunkan berat badan.
Mi memang bisa membuat kita menjadi kenyang, tetapi hanya untuk beberapa saat dan setelah itu kita akan merasa sangat lapar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kedai-intomie_20170811_102640.jpg)