Sumpah Pemuda Momentum Evaluasi Peran Pemuda bagi Bangsa Indonesia
Menurut mahasiswa semester 3, Jurusan Akuntansi Keuangan Perusahaan, Poltesa ini, kemajuan zaman ini ibarat pedang bermata dua
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Pahmi Ardi, mahasiswa Politeknik Negeri Sambas (Poltesa).
Pemuda yang seharusnya menjadi tokoh pembangunan bangsa, namun justru ia tidak mampu untuk membangun pondasi kemajuan untuk dirinya sendiri.
"Ini seharusnya menjadi sebuah perhatian bersama, untuk kembali merefleksikan semangat Sumpah Pemuda. Gerakan pemuda tempo dulu harus menjadi sebuah cerminan bagi pemuda saat ini. Sumpah Pemuda yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 silam, harus kembali menjadi pemacu semangat pemuda saat ini, untuk meraih kembali kejayaan pemuda Indonesia dan kemajuan Bangsa Indonesia," sambungnya.
Berita Terkait