Kerap Tergenang, Dewan Desak Pemkot Kembalikan Fungsi Parit

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Heri Mustamin mengatakan kalau Pontianak dikenal sebagai Kota Parit, tapi sayang saat ini kondisinya memprihatinkan.

Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
Tribun Pontianak/Anesh Viduka
Pengendara melintas di jalan PGA yang tergenang air, Senin (14/8/2017) sekira pukul 12.00 WIB. diguyur hujan beberapa hari terakhir, tampak disejumlah ruas jalan di kota Pontianak,Kalimantan Barat,digenangi air 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak yang topografinya berada sekitar 0,2-0,8 meter diatas permukaan laut, ketika hujan deras turun 3-5 jam akan banyak daerah yang tergenang.

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Heri Mustamin mengatakan kalau tergenangnya daerah-daerah di Kota Pontianak, bukan hanya semata keadaan daratan kota yang memang berada 0,2 sampai 0,8 MDPL tersebut.

Namun ada hal lain yang menjadi perhatian dan PR bagi pemerintah kota untuk segera diselesaikan.

"Masalah inikan diakibatkan kondisi drainase kita tidak normal. Sudah lama diingatkan, tapi tak kunjung ada perbaikan," ucapnya, Rabu (16/8/2017).

(Baca: Bukan Karena Drainase Buruk, Lalu Apa Penyebab Banjir Pontianak? )

Genangan ini akan lebih parah, jika disambut dengan pasangnya Sungai Kapuas, sehingga turunnya air akan sangat lambat.

Menurut Heri, sebenarnya ini bisa diatasi jika drainase, atau parit di Pontianak kembali seperti sedia kala.

Ia mengatakan kalau Pontianak dikenal sebagai Kota Parit, tapi sayang saat ini kondisinya memprihatinkan. Padahal untuk mengatasi genangan, pihaknya sudah meningkatkan anggaran di bidang drainase.

“Bukan cuma peningkatan anggaran, tapi bagaimana anggaran itu digunakan untuk menormalisasi parit, atau mengembalikan sebagaimana awal,” katanya.

Kenyataan kini, lebih banyak parit sumbat dan mengalami penyempitan. Dia mencontohkan di kawasan Jalan Gajah Mada, banyak parit di sana malah makin kecil setelah dibangun ulang.

Jika hal ini terus berlanjut, saat hujan deras dan air pasang, banjir akan terjadi.

Selain itu, tiap pengembangan jalan juga tidak dibarengi dengan penataan drainase.

“Saya berharap Pemkot segera mengembalikan fungsi parit. Misal dulu janjinya, ketika ingin menurap Parit Tokaya, dibarengi dengan normalisasi parit, tapi kenyataan tidak,” sesalnya.

Pihaknya akan membuat kajian berapa persentasi normalisasi parit dalam penataan drainase.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved